BORNEONEWS, Palangka Raya – Jumlah penduduk bukan angkatan kerja di Kalimantan Tengah mengalami peningkatan sekitar 52 ribu orang pada Agustus 2026. Berdasarkan catatan Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng, jumlah penduduk dalam kategori tersebut mencapai sekitar 730 ribu orang.
Kepala BPS Kalteng Toto Haryanto Silitonga mengatakan, peningkatan jumlah penduduk bukan angkatan kerja tersebut terjadi bersamaan dengan penurunan jumlah angkatan kerja di Kalteng.
"Yang bukan angkatan kerja ini ternyata naik sebanyak 52 ribuan orang. Tapi yang angkatan kerja itu turun sekitar 22 ribuan," ujarnya saat memaparkan perkembangan ketenagakerjaan Kalteng pada Minggu, 8 November 2026.
Dalam konsep ketenagakerjaan, penduduk bukan angkatan kerja merupakan mereka yang tidak termasuk kategori bekerja maupun pengangguran. Kelompok ini antara lain mencakup penduduk yang bersekolah, mengurus rumah tangga, maupun melakukan kegiatan lainnya.
Sementara itu, angkatan kerja merupakan penduduk yang bekerja dan pengangguran.
"BPS mencatat jumlah penduduk bekerja di Kalteng pada Agustus 2026 mencapai sekitar 1,4 juta orang. Sedangkan jumlah pengangguran sekitar 58 ribu orang," katanya.
Peningkatan jumlah penduduk bukan angkatan kerja dan penurunan angkatan kerja tersebut menjadi salah satu indikator yang perlu dicermati dalam melihat perkembangan pasar kerja di Kalteng.
Kondisi tersebut juga memperlihatkan bahwa perubahan jumlah penduduk yang aktif dalam kegiatan ekonomi tidak selalu sejalan dengan perubahan jumlah penduduk usia kerja secara keseluruhan. (TESTI PRISCILLA/j)









