BORNEONEWS, Palangka Raya – Penyelenggaraan Capital Market Summit & Expo atau CMSE 2026 diharapkan mampu meningkatkan kualitas dan pemahaman investor pasar modal, khususnya di daerah, terhadap berbagai produk investasi beserta risiko yang dihadapi.
Kepala Perwakilan Bursa Efek Indonesia (BEI) Kalimantan Tengah, Stephanus Cahyo Adiraja, mengatakan peningkatan jumlah investor perlu diimbangi dengan pemahaman yang baik mengenai instrumen pasar modal. Dengan demikian, masyarakat tidak hanya tertarik menjadi investor, tetapi juga memiliki pengetahuan yang cukup dalam mengambil keputusan investasi.
“Semoga dengan diselenggarakannya CMSE kali ini bisa meningkatkan kualitas dan pemahaman investor pasar modal di daerah mengenai produk-produk pasar modal beserta risiko yang dihadapi. Dengan semakin banyaknya jumlah investor yang berkualitas maka diharapkan pasar modal Indonesia akan bisa semakin maju, berkembang dan transparan,” kata Cahyo kepada Borneonews pada Minggu, 8 November 2026.
Harapan tersebut sejalan dengan penyelenggaraan CMSE 2026 yang mencatat rekor baru. Selama tiga hari pelaksanaan pada 5–7 November 2026, kegiatan ini menjangkau 36.605 pengunjung, dengan 15.372 orang hadir secara langsung.
Jumlah pengunjung langsung tersebut meningkat 31,59 persen dibandingkan penyelenggaraan tahun sebelumnya yang mencatat 11.682 pengunjung. Sementara itu, sebanyak 21.233 pengunjung lainnya mengikuti secara virtual melalui kanal digital BEI maupun kegiatan nonton bersama di berbagai Kantor Perwakilan BEI.
Borneonews mengikuti rangkaian kegiatan CMSE 2026 secara daring sejak 5 November melalui siaran langsung kanal YouTube BEI. Kegiatan yang mengusung tema “Satu Langkah Investasi, Berjuta Peluang Masa Depan” tersebut resmi ditutup pada Sabtu, 7 November 2026.
CMSE 2026 diselenggarakan BEI bersama Self-Regulatory Organization (SRO), yakni PT Kliring Penjaminan Efek Indonesia (KPEI) dan PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), dengan dukungan Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Kegiatan berlangsung secara hybrid di Main Hall BEI, Jakarta.
Direktur Pengembangan BEI Iding Pardi dalam sambutan penutupan mengatakan, CMSE tahun ini mengangkat semangat olahraga maraton sebagai representasi perjalanan investasi. Menurutnya, keberhasilan investasi tidak semata-mata ditentukan oleh kecepatan memperoleh keuntungan, tetapi juga proses belajar, kedisiplinan, pemahaman risiko, dan konsistensi dalam mencapai tujuan keuangan.
“Begitu pula dengan investasi. Keberhasilan tidak semata-mata ditentukan oleh seberapa cepat seseorang memperoleh keuntungan, tetapi juga oleh kemampuannya untuk terus belajar, menjaga disiplin, memahami risiko, dan konsisten menjalankan tujuan keuangan,” ujar Iding.
Selain menghadirkan 17 narasumber dan sembilan moderator, CMSE 2026 juga melibatkan 88 booth dengan 104 tenant dari berbagai pelaku industri dan pemangku kepentingan pasar modal.
Rangkaian kegiatan turut diisi dengan penghargaan Galeri Investasi BEI (GI BEI Award) 2026 pada 5 November serta peluncuran Indonesia ESG Bond Index oleh PT Penilai Harga Efek Indonesia (PHEI) pada 6 November.
Berbagai sesi edukasi juga digelar selama tiga hari, mencakup prospek ekonomi dan investasi, strategi perencanaan keuangan, pengenalan instrumen pasar modal, investasi syariah, ETF Emas, hingga pemanfaatan kecerdasan buatan (AI) dalam dunia keuangan.
Tidak hanya melalui kegiatan utama, BEI juga memperluas edukasi pasar modal melalui rangkaian Road to CMSE 2026 yang berlangsung di berbagai wilayah Indonesia sejak Agustus hingga Oktober.
Sebanyak 100 kegiatan dengan melibatkan 115 mitra berhasil menjangkau 92.838 peserta dan mencatatkan 76.236 investor baru di pasar modal Indonesia.
Iding berharap CMSE 2026 menjadi momentum bagi masyarakat untuk berani memulai investasi sekaligus terus meningkatkan pengetahuan dan pemahaman terhadap pasar modal.
Ia menegaskan, penutupan CMSE 2026 bukan menjadi akhir, melainkan awal dari upaya bersama membangun pasar modal Indonesia yang semakin inklusif dan berkelanjutan.
“Mari jadikan semangat CMSE 2026 sebagai energi untuk terus bergerak dan berkolaborasi dalam membuka lebih banyak kesempatan bagi masyarakat untuk berpartisipasi di pasar modal,” tutupnya.(TESTI PRISCILLA)









