BORNEONEWS, Berlin – Empat negara Arab, yakni Qatar, Kuwait, Bahrain dan Yordania, mengecam dugaan upaya serangan rudal balistik kelompok Houthi Yaman ke wilayah Madinah, Arab Saudi.
Keempat negara tersebut menyatakan solidaritas terhadap Arab Saudi dan mendukung langkah pemerintah kerajaan dalam menjaga keamanan wilayah serta melindungi keselamatan masyarakat.
Koalisi militer pimpinan Arab Saudi mengklaim sistem pertahanan udaranya berhasil mencegat dan menghancurkan rudal balistik yang diduga diluncurkan kelompok Houthi.
Selain rudal tersebut, koalisi juga melaporkan telah menembak jatuh sebuah pesawat tanpa awak atau drone Houthi di Provinsi Timur Arab Saudi.
Kementerian Luar Negeri Qatar mengecam dugaan serangan itu karena dinilai mengancam keselamatan warga sipil, melanggar kedaulatan Arab Saudi, serta bertentangan dengan hukum internasional.
Qatar juga menilai upaya penargetan Madinah sebagai tindakan provokatif terhadap umat Islam, mengingat kota tersebut merupakan salah satu tempat suci dalam agama Islam.
Pemerintah Qatar menegaskan dukungannya terhadap langkah-langkah sah yang dilakukan Arab Saudi untuk menjaga keamanan, kedaulatan, keutuhan wilayah dan kepentingan nasionalnya.
Sikap serupa disampaikan Kuwait. Melalui Kementerian Luar Negeri, Kuwait mengecam dugaan serangan rudal tersebut sebagai pelanggaran terhadap kedaulatan negara serta ketentuan hukum internasional dan hukum humaniter internasional.
Kuwait juga mendukung tindakan pencegahan yang ditempuh pemerintah Arab Saudi untuk melindungi warga negara maupun penduduk di wilayah kerajaan.
Sementara itu, Bahrain menyoroti potensi ancaman terhadap keselamatan masyarakat dan pengunjung Masjid Nabawi apabila serangan benar-benar menyasar Madinah.
Pemerintah Bahrain menilai dugaan penargetan kota suci tersebut dapat membahayakan warga sipil sekaligus mengancam kesucian situs keagamaan umat Islam.
Bahrain turut mendesak Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) mengambil tindakan tegas guna menghentikan serangan kelompok Houthi.
Yordania juga menyampaikan kecaman dan menilai dugaan serangan tersebut sebagai ancaman bagi keamanan Arab Saudi serta tindakan provokatif terhadap umat Islam.
Pemerintah Yordania menyatakan dukungan terhadap langkah Riyadh dalam mempertahankan wilayah dan menjamin keselamatan penduduknya.
Di sisi lain, kelompok Houthi membantah tuduhan bahwa pihaknya telah menargetkan Madinah dalam serangan rudal tersebut.
Perbedaan pernyataan antara koalisi Arab Saudi dan kelompok Houthi menunjukkan masih adanya perselisihan mengenai sasaran serangan yang dilaporkan.
Konflik bersenjata di Yaman sendiri telah berlangsung sejak kelompok Houthi menguasai ibu kota Sanaa dan sejumlah wilayah lainnya pada September 2014.
Pada Maret 2015, koalisi militer yang dipimpin Arab Saudi mulai terlibat dalam konflik untuk mendukung pemerintah Yaman yang diakui secara internasional.
Ketegangan yang terus berlangsung tersebut menjadi salah satu sumber ancaman keamanan regional, termasuk bagi Arab Saudi dan sejumlah negara di kawasan Timur Tengah.
Sumber: ANTARA/Anadolu









