BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Kapuas, Kalimantan Tengah, masih terdeteksi meski hujan deras mengguyur sejumlah wilayah dalam beberapa hari terakhir.
Kepala BPBD Kabupaten Kapuas, Pangeran S. Pandiangan, mengatakan laporan titik panas dan indikasi kebakaran masih ditemukan di sejumlah wilayah, terutama Kecamatan Mantangai dan Timpah.
"Masih ada, di Mantangai dan Timpah masih banyak," ujar Pangeran saat dikonfirmasi, Jumat, 6 November 2026.
Berdasarkan data pemantauan yang diterima BPBD Kapuas, terdapat lima titik indikasi karhutla yang terdeteksi di Kecamatan Mantangai. Titik tersebut tersebar di Desa Katunjung, Tumbang Muroi, serta beberapa lokasi di wilayah Mantangai.
Rinciannya, dua titik terdeteksi di Katunjung, satu titik di Tumbang Muroi, serta tiga titik lainnya tercatat dalam pemantauan di wilayah Mantangai. Data tersebut bersumber dari Sistem Pemantauan Karhutla (Sipongi) dan Fire Weather Index (FFMC).
Temuan ini menunjukkan hujan yang mengguyur wilayah Kapuas belum sepenuhnya menghilangkan potensi kebakaran lahan, khususnya di kawasan yang masih memiliki titik rawan karhutla.
Selain Mantangai, Kecamatan Timpah juga masih menjadi perhatian BPBD. Namun, dalam laporan yang disampaikan, belum terdapat rincian jumlah maupun sebaran titik indikasi kebakaran di wilayah tersebut.
BPBD Kapuas masih memantau perkembangan kondisi di lapangan menyusul laporan tersebut. Keberadaan titik-titik indikasi kebakaran perlu diwaspadai, terutama apabila kondisi cuaca kembali panas dan tidak diikuti hujan dalam beberapa hari ke depan.
Masyarakat di wilayah rawan karhutla diimbau tetap waspada dan tidak melakukan pembakaran lahan. Upaya pencegahan diperlukan agar kebakaran tidak meluas, meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah Kapuas. (SABRIANOOR/y)









