**Borneonews**, Pekalongan - Pemerintah Kota (Pemkot) Pekalongan, yang terletak di Jawa Tengah, melakukan pemasangan sejumlah kamera televisi pengawas atau Closed-Circuit Television (CCTV) di titik-titik rawan bencana. Langkah ini diambil untuk memudahkan pemantauan serta meningkatkan kecepatan dalam penanganan bencana yang mungkin terjadi.
Kepala Seksi Kesiapsiagaan Bencana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Pekalongan, Dimas Arga Yudha, menjelaskan bahwa upaya penanggulangan bencana ini didukung oleh Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) setempat. Keberadaan teknologi ini dioptimalkan untuk mempercepat respons dalam situasi darurat. "Teknologi harus dioptimalkan dalam penanggulangan bencana dengan cara memasang CCTV di daerah rawan bencana, agar lebih terpantau dan kecepatan dalam penanganannya," ungkap Dimas.
Beberapa titik rawan bencana yang telah dipasang kamera televisi pengawas antara lain adalah di sepanjang aliran Sungai Bremi dan Loji. Pemasangan CCTV juga dilakukan di wilayah Pantai Sari Pekalongan. Hal ini bertujuan untuk memantau gelombang pasang air laut dan area permukiman di Jalan Kurinci, Kecamatan Pekalongan Barat, yang memiliki potensi terhadap risiko banjir.
"Kami selalu siaga menghadapi bencana untuk mengawasi dan memantau, dengan memanfaatkan teknologi informasi," lanjut Dimas. Ia menambahkan bahwa pemasangan kamera televisi pengawas diimbangi dengan pemanfaatan teknologi jaringan internet dan infrastruktur pendukung lain. Dengan demikian, kesiapsiagaan BPBD dalam penanggulangan bencana dapat lebih diperkuat.
"Dengan adanya pemasangan CCTV ini, kami dapat memantau wilayah guna meminimalkan dampak risiko bencana," tegas Dimas Arga Yudha. Pemasangan ini menunjukkan komitmen Pemkot Pekalongan terhadap keselamatan dan perlindungan warga, serta upaya penyempurnaan dalam sistem manajemen risiko bencana yang efektif.
ANTARA
Pemkot Pekalongan Pasang CCTV di Titik Rawan Bencana
Bagikan:

Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Pemkot Madiun Siapkan Antisipasi Bencana Hidrometeorologi
Kasus Penganiayaan Siswa di Tebet, CCTV Sekolah Belum Ada Kejelasan
Ahli: Rekaman CCTV Jessica Wongso di Kafe Terdistorsi 89,6 Persen
24 Titik Panas Terpantau di NTT, Waspadai Potensi Kebakaran
Penurunan Drastis Titik Api di Muratara Jadi 10 Titik pada Oktober
Perbaikan Lima Titik di Tol Jakarta-Cikampek, Antisipasi Perjalanan Pengguna
Komentar (0)
Memuat komentar…







