**Borneonews - Jakarta**, Kementerian Kelautan dan Perikanan Republik Indonesia baru saja menandatangani nota kesepahaman (MoU) dengan Jaringan Indonesia Global Compact PBB (IGCN). Kesepakatan ini bertujuan untuk mempercepat pengembangan Pusat Penelitian Rumput Laut Tropis Internasional (ITSRC).
Kolaborasi yang terbentuk merupakan langkah strategis dalam pengembangan ITSRC sebagai pusat unggulan untuk penelitian rumput laut tropis di Indonesia. Hal ini diungkapkan dalam siaran pers yang dirilis oleh Kementerian Koordinator Bidang Maritim dan Investasi pada hari Jumat.
Firman Hidayat, Deputi Sumber Daya Maritim kementerian tersebut, menyatakan bahwa dengan jaringan global yang luas, kerja sama ini akan membuka potensi besar rumput laut di Indonesia. Negara ini memiliki berbagai jenis rumput laut tropis yang paling beragam di seluruh dunia.
Deputi Hidayat juga menekankan bahwa pemerintah akan terus berkolaborasi untuk mendorong pertumbuhan rumput laut sebagai salah satu komoditas unggulan di masa depan. Dalam perjanjian ini, akan melibatkan para pakar, lembaga penelitian, serta membangun kemitraan dengan sektor swasta dan industri. Hal tersebut bertujuan untuk memastikan bahwa kerja sama ini terintegrasi sepenuhnya dari hulu hingga hilir.
Lebih lanjut, Hidayat menggarisbawahi bahwa Indonesia memiliki potensi besar dalam budidaya rumput laut, meskipun saat ini hanya sebagian kecil dari lahan budidaya yang dimanfaatkan. Rumput laut memiliki nilai tambah yang tinggi untuk produksi bioplastik dan biofuel.
"Kita adalah produsen rumput laut terbesar kedua di dunia. Indonesia memiliki area yang sangat luas yang cocok untuk budidaya rumput laut, namun saat ini hanya satu persen dari area tersebut yang digunakan," ungkapnya.
Dia juga menunjukkan bahwa produksi rumput laut di Indonesia masih belum optimal. Saat ini, area budidaya rumput laut baru mencapai 102 ribu hektar, dengan lebih dari 60 persen ekspor rumput laut yang dilakukan dalam bentuk mentah atau kering.
Hidayat menambahkan, kontribusi sektor maritim terhadap produk domestik bruto (PDB) nasional baru mencapai 7,9 persen. Dalam upaya untuk meningkatkan angka tersebut, Indonesia mengharapkan kontribusi sektor maritim dapat mencapai 15 persen pada tahun 2045.
ANTARA
Kerja Sama Kementerian dan IGCN Kembangkan Pusat Penelitian Rumput Laut
Bagikan:

JAKARTA –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
KONI Pusat Perkuat Kerja Sama dengan Organisasi Taekwondo Korea
Kementerian UMKM Perluas Kolaborasi Wujudkan RI Pusat Modest Fashion
Menpan RB Selama 100 Hari Kerja Prioritaskan Penataan Kementerian Baru
KPU Kaltim dan Kejati Perkuat Kerja Sama Hukum untuk Pilkada 2024
USK Jalin Kerja Sama Digitalisasi dengan Zurich Syariah untuk Asuransi
Erick Thohir Sebut Rumput SUGBK dalam Kondisi Terbaik
Komentar (0)
Memuat komentar…







