**Borneonews - Pesisir Barat**, Dinas Kesehatan Kabupaten Pesisir Barat, yang terletak di Provinsi Lampung, telah menangani sebanyak 52 kasus gigitan hewan penular rabies (*GHPR*) dari bulan Januari hingga September 2024.
Pelaksana Tugas Kepala Dinas Kesehatan, Suryadi, memberikan keterangan melalui sambungan telepon dari Lampung Selatan pada hari Sabtu. Dia mengungkapkan bahwa seluruh kasus rabies yang dilaporkan telah ditangani oleh tenaga kesehatan yang bertugas, baik di tingkat Dinas Kesehatan, Puskesmas, maupun rumah sakit setempat di Pesisir Barat.
"Jumlah kasus gigitan hewan penular rabies yang telah kami tangani mencapai 52," ungkapnya. Kasus ini muncul berdasarkan laporan dari seluruh puskesmas yang beroperasi di wilayah Pesisir Barat, Lampung.
Suryadi menjelaskan bahwa sebagian besar gigitan berasal dari hewan peliharaan seperti anjing dan kucing. Namun, terdapat juga laporan mengenai gigitan dari hewan liar, termasuk kera. Dengan demikian, korban tidak hanya berasal dari interaksi dengan hewan peliharaan, tetapi juga dari hewan yang tidak terawat.
Setelah terjadi gigitan, para korban segera dilarikan ke puskesmas terdekat untuk mendapatkan penanganan medis yang sesuai. Menariknya, meskipun terdapat sejumlah kasus gigitan, hingga saat ini tidak ada laporan mengenai korban jiwa akibat rabies di kawasan tersebut.
"Virus rabies yang ditularkan melalui perusahaan hewan seperti anjing, kucing, dan kera yang terinfeksi dapat menyebabkan kematian. Oleh karena itu, penting bagi masyarakat untuk tetap waspada agar tidak menjadi korban," tandasnya.
Bagi warga yang mengalami gigitan dari hewan penular rabies, khususnya dari hewan peliharaan mereka sendiri, langkah pertama setelah dirawat di puskesmas adalah melakukan observasi terhadap hewan tersebut. Apabila hewan tersebut mati dalam beberapa hari setelah menggigit, korban akan segera diberikan suntikan vaksin anti rabies (*VAR*) untuk mencegah infeksi lebih lanjut.
ANTARA
Dinas Kesehatan Pesisir Barat Tangani 52 Kasus Rabies 2024
Bagikan:

BANDAR LAMPUNG –
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Strategi Dinas Pendidikan Kotim Tangani Kesenjangan Sekolah, Fokus Pemetaan dan Efisiensi
Puskesmas Bukit Hindu Tangani 77 Kasus DBD Sepanjang 2024, Angka Menurun Signifikan di Semester Kedua
Dinas Kesehatan Barito Utara Gelar Kegiatan Jambore Kader Posyandu
Dinas Kesehatan Seruyan Dorong Masyarakat Aktif ke Posyandu
Kejari Ungkap Kasus Korupsi Pembangunan Kantor Kecamatan Kapuas Barat
BMKG: Waspadai Potensi Gelombang Tinggi di Wilayah Pesisir Kotim
Komentar (0)
Memuat komentar…







