BORNEONEWS, Pulang Pisau - Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Pulang Pisau Muliyanto Budihardjo mengimbau kepada para pedagang makanan untuk menggunakan pewarna alami dalam mengelola dagangannya. Hal tersebut dikatakan Plt Direktur RSUD Pulang Pisau ini pescaperistiwa dilarikannya sejumlah anak ke RSUD Pulang Pisau karena dugaan keracunan makanan.
"Yang kami khawatirkan jika pewarna yang digunakan adalah pewarna tekstil misalnya, karena hanya untuk mempertajam warna kue, tapi kalau yang digunakan pewarna nabati tidak masalah," katanya, Rabu (2/8/2017).
Dia mengimbau kepada masyarakat untuk berhati-hati saat membeli jajanan di luar rumah. "Kalau daya tahan anak kita kuat tidak akan terjadi apa-apa, karena tubuh kita ini ada mekanisme, ada sistem antibodi sebagai helper cell yang akan menolong kita kalau ada antigen masuk. Kalau bisa anak-anak kita jangan telalu banyak jajan di luar," ujarnya.
Terkait dengan adanya dugaan keracunan makanan, Muliyanto mengatakan, pihaknya sudah melakukan penanganan kepada korban dan sudah ada pemulihan. Pihaknya juga sudah mengambil sampel makanan yang diduga menjadi penyebab keracunan untuk dicek lebih lanjut.
"Sampelnya sudah kami bawa untuk pengujian. Penyebab keracunanan masih dicari, apakah dalam bahan makanannya atau korban makan campur dengan makanan yang lain atau seperti apa," terangnya. (JAMES DONNY/B-2)
Hindari Keracunan, Pedagang Makanan Diminta Gunakan Pewarna Alami
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Diduga Keracunan Nasi Goreng Kantin Koperasi Sekolah, 4 Siswa SMP Muntah- Muntah
Habis Minum Obat terus Makan Buah Kuini, Pria Ini Langsung Kejang dan Masuk Rumah Sakit
Halaman Hotel Gunung Mas Jadi Tempat Menyimpan Peralatan Pedagang Makanan
Hindari Kebakaran, Nyalakan Lilin Harus Gunakan Alas
Kades Diminta Gunakan ADD dan DD sesuai Siskeudes
Dua Pompa PDAM Muara Teweh Alami Kerusakan, Warga Diminta Hemat Air
Komentar (0)
Memuat komentar…

