BORNEONEWS, Pulang Pisau - Suasana di internal DPRD Kabupaten Pulang Pisau mulai tidak harmonis. Pasalnya, pernyataan (statemen) Fraksi Golkar terkait ketidakhadiran sejumlah anggota DPRD pada Rapat Paripurna DPRD Pulang Pisau ke-21 beberapa waktu lalu disebut-sebut sebagai pemicu renggangnya hubungan di internal para wakil rakyat itu.
Tidak mau berpolemik panjang, Sekretaris Fraksi Golkar Tandean Indra Bela menyampaikan bahwa pernyataan yang disampaikan Fraksi Golkar tersebut, murni untuk kepentingan masyarakat luas. Anggota DPRD harus memahami bahwa rapat paripurna harus bisa diselenggarakan dengan baik dan salah satu faktor pentingnya yakni kehadiran anggota dewan. "Agenda rapat sangat penting dan itu juga untuk kepentingan masyarakat luas," tegas dia pada Rapat Paripurna ke-22, Selasa (10/10/2017)
Tandean menyayangkan karena ternyata bahasa yang disampaikan beberapa media tidak sesuai dengan konteks dari pernyataan sikap yang disampaikan oleh Fraksi Golkar. Sehingga sangat menyinggung rekan-rekannya sesama anggota DPRD.
"Ada media yang menyampaikan pernyataan sesuai dengan yang kami sampaikan, tapi ada juga yang memberitakan di luar konteks yang kami sampaikan," terang politisi muda Golkar ini.
Kendati demikian, Tandean tidak menampik bahwa Fraksi Golkar menyesalkan ketidakhadiran sejumlah Anggota DPRD dari beberapa fraksi pada Rapat Paripurna ke-21 dalam rangka penetapan LKPD.(JAMES DONNY/B-8)
Suasana di Internal Lembaga Legislatif Pulang Pisau Mulai Tak Harmonis
Bagikan:
Komentar0
Jadilah yang pertama membagikan
Bagikan:

Berita Terkait
Anggota Sibuk Urus Parpol, Agenda DPRD Katingan Terbengkalai
Komisi II DPRD Lakukan Monitoring ke PT TGM
Ini Hasil Kerja DPRD Barito Timur Selama Masa Sidang II 2017
Perubahan Peraturan DPRD Barito Timur Tingkatkan Kinerja Anggota Dewan
Politisi PDIP Sebut DPRD Bekerja Tanpa Acuan
Selama Ini Belum Ada Rekaman Kinerja Pengawasan DPRD
Komentar (0)
Memuat komentar…

