BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah memperkuat langkah antisipasi dampak fenomena El Nino terhadap sektor pangan, khususnya produksi beras nasional, melalui penguatan irigasi dan pengawalan terhadap provinsi sentra produksi padi.
Langkah tersebut dilakukan di tengah kondisi El Nino yang masih berlangsung dan turut menjadi perhatian pemerintah dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menyampaikan langkah tersebut saat melakukan peninjauan lapangan dalam rangka evaluasi penanggulangan karhutla terhadap Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Provinsi Kalimantan Tengah, di Jalan Talawang Raya, Kota Palangka Raya, Jumat, 30 Oktober 2026.
Selain memperkuat irigasi, pemerintah terus melakukan pengawalan terhadap provinsi yang menjadi sentra produksi padi guna menjaga produktivitas pertanian nasional.
Pemerintah turut menjalankan program bantuan pangan berupa beras sebanyak 30 kilogram bagi setiap keluarga penerima manfaat.
Total alokasi bantuan pangan tersebut mencapai hampir satu juta ton beras dengan sasaran sekitar 33,2 juta penerima manfaat.
Di samping penyaluran bantuan pangan, pemerintah terus menggulirkan Program Stabilisasi Pasokan dan Harga Pangan (SPHP) guna menjaga ketersediaan serta stabilitas harga beras.
Sementara itu, dalam penanganan karhutla di Palangka Raya, Hanif menjelaskan hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir sebagian merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Namun, kondisi hujan yang masih bersifat sporadis dengan jumlah uap air terbatas membuat upaya pemadaman kebakaran tetap harus dilakukan secara intensif.
Pemerintah telah mengerahkan 175 regu pemadam kebakaran serta menyiapkan pembentukan 36 kelompok kerja berdasarkan sebaran titik kebakaran dan lokasi sumber air.
"Target kita dua minggu dari sekarang untuk menuntaskan penanganan ini dengan sistem permanen. Semua mesin dan pompa air yang telah dibangun harus kita optimalkan sebesar-besarnya untuk penggunaan air," tegas Hanif. (HERMAWAN DP/y)









