BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah telah membangun lebih dari 600 sumur bor dan mendistribusikan lebih dari 14 juta liter air bersih ke berbagai kabupaten dan kota sebagai bagian dari penanganan dampak kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Pembangunan sumur bor dan distribusi air bersih tersebut menjadi bagian dari langkah pemerintah dalam memenuhi kebutuhan dasar masyarakat yang terdampak kekeringan serta kabut asap akibat karhutla.

Data tersebut disampaikan dalam Rapat Koordinasi Pemantauan Penanganan Karhutla yang dipimpin Gubernur Kalimantan Tengah, Agustiar Sabran di Rumah Jabatan Gubernur.

"Karakteristik wilayah Kalimantan Tengah yang luas, dengan kawasan gambut yang kompleks, membutuhkan pendekatan penanganan yang menyeluruh," sebut Agustiar dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Jumat, 30 Oktober 2026.

Selain penyediaan air bersih, pemerintah menyiapkan bantuan pangan bagi lebih dari 450.000 warga terdampak karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.

Dukungan kesehatan berupa obat-obatan, multivitamin, dan masker turut disalurkan sebagai bagian dari upaya membantu masyarakat menghadapi dampak kebakaran hutan dan lahan.

Perhatian pemerintah tidak hanya diberikan kepada masyarakat terdampak, tetapi turut diarahkan kepada petugas dan relawan yang bekerja dalam penanganan karhutla di lapangan.

Relawan yang direkrut melalui pembiayaan APBD maupun belanja tidak terduga mendapatkan honorarium harian sebesar Rp150.000, disertai dukungan konsumsi dan bahan bakar operasional.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah turut mendukung pemenuhan kebutuhan operasional, makanan, serta perlengkapan keselamatan petugas sebagai bagian dari upaya menjaga keselamatan personel selama menjalankan tugas penanganan karhutla. (HERMAWAN DP/y)