BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah menyiapkan pembentukan 36 kelompok kerja guna mempercepat penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah.
Pembentukan kelompok kerja tersebut menjadi bagian dari strategi penanganan kebakaran dengan mempertimbangkan sebaran titik api dan lokasi sumber air yang dapat dimanfaatkan dalam proses pemadaman.
"Target kita dua minggu dari sekarang untuk menuntaskan penanganan ini dengan sistem permanen. Semua mesin dan pompa air yang telah dibangun harus kita optimalkan sebesar-besarnya untuk penggunaan air," kata Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq di Palangka Raya, Jumat, 30 Oktober 2026.
Hanif menyampaikan hal tersebut ketika melakukan peninjauan lapangan dalam rangka evaluasi penanggulangan karhutla terhadap Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Provinsi Kalimantan Tengah.
Menurutnya, pemerintah akan mengoptimalkan pompa-pompa air yang sebelumnya telah dibangun oleh Pemprov Kalteng bersama Balai Wilayah Sungai Kalimantan Tengah.
Selain memanfaatkan sarana pemompaan, sumber air permukaan turut menjadi bagian dari strategi penanganan agar proses pemadaman dapat dilakukan secara berkelanjutan.
Langkah tersebut diperlukan mengingat hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir belum dapat diandalkan sepenuhnya dalam mengakhiri kebakaran.
Hanif menjelaskan, sebagian hujan yang turun merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC). Namun, hujan tersebut masih bersifat sporadis dengan jumlah uap air yang terbatas.
Penanganan karhutla di Palangka Raya saat ini difokuskan pada kawasan Jalan Talawang Raya seluas sekitar 360 hektare dan Bulu Merindu sekitar 320 hektare.
Pemerintah mengerahkan 175 regu pemadam dengan melibatkan pemerintah provinsi, TNI, Polri, serta asosiasi perusahaan perkebunan dan kehutanan.
Penanganan kebakaran secara bersamaan turut dilaksanakan di Kabupaten Pulang Pisau dengan pengerahan kekuatan tambahan.
"Untuk wilayah Palangka Raya, ada 175 regu yang terlibat. Seluruh komponen kita kerahkan melalui semangat gotong royong, dengan dukungan pemerintah provinsi, TNI, Polri, serta asosiasi perusahaan perkebunan dan kehutanan," ujar Hanif. (HERMAWAN DP/y)









