BORNEONEWS, Palangka Raya – Gelombang semangat kemanusiaan kembali hadir di Kota Palangka Raya.

Barisan Pemadam Kebakaran (BPK) Pandohop, organisasi pemadam kebakaran swasta yang memiliki rekam jejak panjang di kota ini, secara resmi dibangkitkan kembali pada tahun 2026 ini setelah sempat vakum selama hampir sembilan tahun sejak 2017.

Reaktivasi organisasi ini didasari oleh panggilan moral dan kepedulian yang mendalam terhadap keselamatan warga dari ancaman bencana kebakaran.

Ketua BPK Pandohop Palangka Raya, Jean Steve, yang didampingi Sekretaris Tommy D. Djantan, menegaskan bahwa langkah menghidupkan kembali organisasi ini bukan sekadar momen nostalgia, melainkan penegasan atas komitmen sosial yang telah tertanam sejak lama.

"Kami hadir kembali bukan tanpa sebab. Ini adalah bentuk penjagaan komitmen dan janji kemanusiaan kami kepada masyarakat yang telah diikrarkan sejak 16 Oktober 2008 lalu. Salah satu cita-cita utama kami adalah untuk selalu berada di barisan terdepan dalam membantu masyarakat yang tertimpa musibah, khususnya kebakaran pemukiman dan perumahan di Palangka Raya," ujar Jean Steve, Senin 2 November 2026.

Saat ini, pengurus dan relawan BPK Pandohop yang bermarkas di Komplek Universitas Palangka Raya sedang bergerak cepat melengkapi serta menyusun berkas administrasi penataan ulang.

Langkah mendasar yang dilakukan mencakup pengaktifan kembali status legalitas organisasi di Kantor Pelayanan Pajak serta Badan Kesatuan Bangsa dan Politik (Kesbangpol) Kota Palangka Raya.

Sekretaris BPK Pandohop, Tommy D. Djantan, menambahkan bahwa penataan legalitas dan restrukturisasi internal menjadi prioritas utama agar operasional relawan di lapangan kelak memiliki payung hukum yang kuat serta terkoordinasi baik dengan pemangku kepentingan daerah.

"Selain urusan perizinan dan administrasi, kami juga sedang mendata ulang kesiapan armada, sarana prasarana penunjang, hingga penataan pendaftaran anggota relawan. Kita ingin BPK Pandohop tidak hanya kembali hadir, tetapi hadir dengan sistem kesiapsiagaan yang profesional, responsif, dan terintegrasi," tegas Tommy. (PATHUR/R)