KUALA PEMBUANG – BORNEONEWS, Sampit - Kebakaran lahan dan berkurangnya ketersediaan air selama musim kemarau menjadi tantangan bagi masyarakat di sejumlah wilayah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah. Kondisi ini mendorong perlunya koordinasi berbagai pihak untuk membantu penanganan kebakaran sekaligus memenuhi kebutuhan air bersih masyarakat.
Di Desa Pantap, Kecamatan Mentaya Hulu, dan Desa Biru Maju, Kecamatan Telawang, PT Tapian Nadenggan, unit operasional Kalimantan Tengah 3, bagian dari Sinar Mas Agribusiness and Food turut memberikan dukungan pemadaman kebakaran lahan masyarakat selama periode 1 September hingga 13 Oktober 2026. Perusahaan juga menyalurkan air bersih bagi warga, sekolah, dan Kantor Desa Pantap yang mengalami keterbatasan sumber air akibat kemarau.
Bagi masyarakat Desa Pantap, bantuan air bersih membantu meringankan kebutuhan sehari-hari ketika sumber air yang biasa digunakan mulai mengering.
“Saat sumber air mulai sulit didapat, kami harus lebih hemat menggunakan air untuk kebutuhan keluarga. Bantuan air bersih ini cukup membantu, terutama untuk kebutuhan sehari-hari. Kami berharap kondisi segera membaik dan ketersediaan air kembali normal,” ujar Syarif, warga Desa Pantap.
Kebutuhan serupa dirasakan di lingkungan pendidikan. Kepala SDN 1 Pantap, Ahmad Muzakir, S.Pd., menyampaikan bahwa ketersediaan air bersih penting untuk menjaga kebersihan fasilitas sekolah dan mendukung kegiatan belajar mengajar, terutama selama musim kemarau.
Sementara itu, Kepala Desa Pantap, Masruri, menekankan pentingnya koordinasi berbagai pihak dalam menghadapi kebakaran lahan dan keterbatasan air.
“Kondisi kemarau menjadi perhatian bersama karena masyarakat menghadapi risiko kebakaran sekaligus keterbatasan air bersih. Kami mengapresiasi bantuan yang diberikan dan berharap koordinasi antara pemerintah desa, masyarakat, serta pihak terkait terus diperkuat, terutama untuk pencegahan kebakaran, pelaporan dini, dan pengelolaan sumber air,” ujar Masruri.
Selama September hingga pertengahan Oktober 2026, tim perusahaan turut membantu penanganan 16 kejadian kebakaran lahan masyarakat di Desa Pantap dan Desa Biru Maju. Dukungan melibatkan lebih dari 600 personel dengan menggunakan peralatan yang tersedia, termasuk mobil pemadam kebakaran dan mesin pompa bertekanan tinggi. Kegiatan dilakukan melalui koordinasi di lapangan dengan tetap memperhatikan keselamatan personel.
Selain penyaluran air bersih, perusahaan membantu penyiraman jalan akses masyarakat Desa Pantap sepanjang satu kilometer untuk mengurangi debu saat kondisi kering. Dukungan juga diberikan untuk pembuatan waduk yang direncanakan sebagai cadangan air bagi pesantren dan masyarakat, dengan kapasitas tampung yang direncanakan sebesar 200 m3. Fasilitas tersebut diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif sumber air pada musim kemarau, dengan pemanfaatan yang memerlukan pengelolaan dan pemeliharaan bersama.
Perwakilan PT Tapian Nadenggan dari Kebun Sei Rindu, Lukas Sumarso, menyampaikan bahwa dukungan tersebut dilakukan dengan mempertimbangkan kebutuhan masyarakat dan kemampuan sumber daya yang tersedia.
“Kami memahami bahwa kebakaran lahan dan kekeringan membawa tantangan bagi masyarakat. Melalui koordinasi dengan pemerintah desa, aparat, dan warga, kami berupaya membantu sesuai dengan kemampuan yang ada. Kami berharap dukungan ini dapat meringankan kebutuhan masyarakat, sementara upaya pencegahan dan kesiapsiagaan tetap menjadi perhatian bersama,” ujar Lukas.
Penanganan kebakaran lahan dan dampak kemarau memerlukan keterlibatan berbagai pihak. Koordinasi, kewaspadaan, serta langkah pencegahan menjadi bagian penting dalam membantu mengurangi risiko kebakaran dan menghadapi keterbatasan air, terutama selama periode musim kering.
(FAHRUL/y)









