BORNEONEWS, Palangka Raya – Sebanyak 12 rumah warga di Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah, yang mengalami kerusakan akibat kebakaran hutan dan lahan mendapat bantuan rehabilitasi dengan total anggaran Rp180 juta.

Sekretaris Dinas Sosial Kota Palangka Raya, Sri Rimbawani mengatakan, masing-masing rumah menerima bantuan sebesar Rp15 juta untuk mendukung proses perbaikan tempat tinggal.

“Jadi ada 12 rumah yang selama karhutla ini terbakar. Kami upayakan membantu untuk pembangunan atau rehabilitasi rumah tersebut. Setiap rumah mendapatkan Rp15 juta, sehingga totalnya Rp180 juta,” kata Sri di Palangka Raya, Senin, 2 November 2026.

Rumah-rumah yang mendapat bantuan tersebar di sejumlah lokasi, antara lain Kereng Bangkirai, Jalan Tjilik Riwut, Hiu Putih, Dulin Kandang, Petuk Katimpun dan Jalan Ir Soekarno.

Bantuan tersebut berasal dari alokasi Bantuan Presiden yang digunakan untuk mendukung perlindungan sosial bagi masyarakat terdampak karhutla.

Selain untuk rehabilitasi rumah, Dinas Sosial Palangka Raya juga menyiapkan anggaran Rp29,4 juta untuk kebutuhan makanan penghuni rumah singgah.

Bantuan permakanan tersebut diperuntukkan bagi 50 orang dengan standar biaya Rp84 ribu per orang selama tujuh hari.

Menurut Sri, penyaluran bantuan diarahkan pada dua kebutuhan utama, yakni pemulihan tempat tinggal warga dan pemenuhan kebutuhan pangan bagi masyarakat terdampak.

Sementara itu, Kepala Pelaksana BPBD Kota Palangka Raya, Hendrikus Satria Budi mengatakan Pemerintah Kota Palangka Raya menerima dana Bantuan Presiden untuk penanganan karhutla sebesar Rp10 miliar.

Rencana penggunaan anggaran tersebut telah disusun berdasarkan hasil pengamatan dan kajian bersama organisasi perangkat daerah teknis serta telah melalui peninjauan Inspektorat.

“Penggunaannya sudah kita susun berdasarkan pengamatan dan pengkajian yang kami lakukan dengan dinas teknis dan sudah di-review oleh Inspektorat,” katanya.

Dana tersebut dialokasikan untuk 16 kegiatan yang mencakup kebutuhan personel, peralatan, operasional lapangan, pelayanan kesehatan dan sejumlah kebutuhan lain dalam penanganan karhutla.

Dengan bantuan rehabilitasi tersebut, warga yang rumahnya rusak akibat karhutla diharapkan dapat segera memulihkan kondisi tempat tinggal mereka.

Sumber: ANTARA