BORNEONEWS, Jakarta – Indonesia dan Prancis membahas penguatan kemitraan komprehensif dalam pertemuan bilateral antara Menteri Luar Negeri Indonesia Arrmanatha Nasir dan Menteri Eropa dan Luar Negeri Prancis Jean-Noël Barrot di sela Pertemuan Menteri Luar Negeri G20 di Atlanta, Amerika Serikat.

Pertemuan yang berlangsung Jumat, 30 Oktober 2026 itu menjadi pertemuan pertama kedua menteri sejak Arrmanatha menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Indonesia.

Salah satu agenda utama yang dibahas adalah implementasi Kemitraan Komprehensif Indonesia-Prancis yang sebelumnya diumumkan saat kunjungan kenegaraan Presiden Prabowo Subianto ke Paris pada Mei 2026.

Kedua pihak juga membicarakan perkembangan kerja sama pertahanan bilateral.

“Kedua menteri turut membahas perkembangan terbaru dalam kerja sama pertahanan bilateral antara kedua negara,” demikian keterangan Kementerian Eropa dan Luar Negeri Prancis yang disampaikan melalui media sosial X pada Senin, 2 November 2026.

Selain hubungan bilateral, pertemuan tersebut turut membahas sejumlah isu internasional.

Salah satunya terkait rencana penarikan pasukan United Nations Interim Force in Lebanon atau UNIFIL dari Lebanon.

Indonesia dan Prancis membahas dampak rencana tersebut terhadap stabilitas kawasan serta pentingnya memperkuat dukungan terhadap Angkatan Bersenjata Lebanon untuk menjaga keamanan dan kedaulatan negara itu.

Situasi di Jalur Gaza dan perkembangan geopolitik di kawasan Timur Tengah juga menjadi bagian dari pembicaraan kedua menteri.

Selain itu, Indonesia dan Prancis sepakat mengenai pentingnya menjaga kawasan Indo-Pasifik tetap inklusif, aman dan terbuka.

Pertemuan bilateral tersebut menjadi bagian dari upaya kedua negara memperkuat kerja sama strategis, baik dalam hubungan bilateral maupun dalam menghadapi berbagai isu regional dan global.

Sumber: ANTARA