BORNEONEWS, Palangka Raya – Luas panen jagung pipilan di Provinsi Kalimantan Tengah pada 2026 diperkirakan mencapai 9,97 ribu hektare. Angka tersebut meningkat tipis 0,17 persen dibandingkan realisasi 2025 yang tercatat sebesar 9,95 ribu hektare.
Kepala Badan Pusat Statistik atau BPS Provinsi Kalimantan Tengah, Toto Haryanto Silitonga, mengatakan, proyeksi tersebut berdasarkan angka sementara hasil amatan Kerangka Sampel Area atau KSA Jagung September 2026.
“Secara keseluruhan, luas panen jagung pipilan pada 2026 diperkirakan sebesar 9,97 ribu hektare. Ada peningkatan sekitar 0,02 ribu hektare atau 0,17 persen dibandingkan tahun sebelumnya,” kata Toto dalam penyampaian berita resmi statistik pada Senin, 2 November 2026.
Meski peningkatan secara tahunan relatif terbatas, perkembangan luas panen sepanjang Januari hingga September 2026 menunjukkan tren yang cukup positif. Dalam periode tersebut, luas panen jagung pipilan mencapai 9,50 ribu hektare.
"Realisasi itu meningkat sekitar 1,71 ribu hektare atau 22,03 persen dibandingkan periode Januari-September 2025 yang tercatat sebesar 7,78 ribu hektare," tambah Toto.
Sementara itu, untuk periode Oktober-Desember 2026, potensi luas panen jagung pipilan diperkirakan mencapai sekitar 472 hektare. Dengan tambahan tersebut, total luas panen sepanjang 2026 diproyeksikan mencapai 9,97 ribu hektare.
Toto menjelaskan, pola panen jagung pipilan pada 2026 juga menunjukkan pergeseran dibandingkan tahun sebelumnya. Puncak panen tahun ini terjadi pada April dengan luas panen mencapai 1,66 ribu hektare.
Berbeda dengan 2026, puncak panen jagung pipilan pada 2025 terjadi pada September dengan luas panen sebesar 1,38 ribu hektare.
Perubahan waktu puncak panen tersebut menjadi salah satu gambaran dinamika pertanian jagung di Kalimantan Tengah. Secara tahunan, luas panen memang diproyeksikan tumbuh terbatas, tetapi capaian panen hingga September 2026 menunjukkan peningkatan dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya.(TESTI PRISCILLA/y)









