BORNEONEWS, Jakarta – Menteri Perhubungan Dudy Purwagandhi meminta seluruh operator transportasi dan pemangku kepentingan menjadikan keselamatan sebagai prioritas utama selama penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027.
Menurut Dudy, kesiapan menghadapi masa libur akhir tahun tidak hanya bergantung pada jumlah armada, tetapi juga menyangkut kondisi prasarana, kesiapan petugas, pengawasan, hingga antisipasi risiko di lapangan.
"Keselamatan harus menjadi prioritas utama dalam penyelenggaraan angkutan Natal dan Tahun Baru," kata Dudy di Jakarta, Selasa, 3 November 2026.
Ia mengatakan masyarakat mempercayakan keselamatan perjalanan kepada penyelenggara transportasi, sehingga seluruh persiapan harus dilakukan secara matang.
"Natal dan Tahun Baru adalah waktu yang berarti bagi banyak keluarga. Mereka memercayakan keselamatan perjalanannya kepada kita. Kepercayaan itu harus dijawab dengan persiapan yang sungguh-sungguh," ujarnya.
Untuk memastikan kesiapan tersebut, Kementerian Perhubungan telah menggelar rapat koordinasi penyelenggaraan Angkutan Natal 2026 dan Tahun Baru 2027 pada Senin, 2 November 2026.
Salah satu hal yang ditekankan adalah pemeriksaan menyeluruh atau ramp check terhadap armada dan prasarana sebelum digunakan melayani masyarakat.
Operator juga diminta memastikan pengemudi, awak kendaraan dan petugas berada dalam kondisi sehat, kompeten dan siap menjalankan tugas.
Selain itu, kapasitas angkutan dan potensi kepadatan penumpang harus diperhitungkan berdasarkan data serta kondisi aktual di lapangan.
Kemenhub juga meminta informasi cuaca dan kondisi lintasan dijadikan dasar dalam pengambilan keputusan operasional.
Hal ini penting terutama untuk mengantisipasi potensi cuaca ekstrem, banjir, longsor, gelombang tinggi dan angin kencang yang dapat memengaruhi perjalanan.
Kesiapan penanganan keadaan darurat juga menjadi bagian dari perhatian.
Operator diminta memastikan peralatan keselamatan berfungsi, informasi perjalanan tersedia dengan jelas dan fasilitas pelayanan dapat digunakan dengan baik.
Dudy juga mengingatkan agar berbagai potensi gangguan, mulai dari rambu yang tertutup, peralatan keselamatan yang tidak berfungsi hingga keterlambatan penyampaian informasi, segera ditangani sebelum memasuki periode puncak perjalanan.
Kementerian Perhubungan berharap koordinasi lintas sektor dapat menjaga kelancaran Angkutan Natal dan Tahun Baru serta memberikan rasa aman bagi masyarakat selama masa liburan.
Sumber: ANTARA









