BORNEONEWS, Sampit – Ketua Komisi I DPRD Kotawaringin Timur (Kotim) Angga Aditya Nugraha memberikan bantuan satu unit alat pemadam kebakaran (alkon) kepada kelompok relawan muda di Kecamatan Mentawa Baru Ketapang. Dukungan tersebut diberikan untuk membantu aksi para pemuda dalam penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta krisis air bersih yang dihadapi masyarakat.
"Relawan ini terbentuk atas kesadaran diri mereka terhadap kondisi lingkungan dan persoalan sosial di masyarakat saat ini. Anggotanya anak-anak muda, ada yang masih SMP dan SMA. Mereka juga ikut membantu penyaluran air bersih kepada masyarakat, khususnya di wilayah Ketapang, serta ikut membantu penanganan karhutla," ujarnya, Selasa, 3 November 2026.
Angga mengapresiasi inisiatif para pemuda yang terlibat langsung dalam kegiatan kemanusiaan dan kepedulian lingkungan. Menurutnya, partisipasi generasi muda tersebut menunjukkan tumbuhnya kesadaran untuk membantu mengatasi persoalan yang dihadapi masyarakat.
Kelompok relawan tersebut beranggotakan pelajar tingkat SMP hingga SMA. Mereka tidak hanya terlibat dalam upaya penanganan karhutla, tetapi juga membantu mendistribusikan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan, khususnya di wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang.
Keterlibatan mereka dinilai penting karena Kotim dalam beberapa waktu terakhir menghadapi kemarau berkepanjangan. Kondisi tersebut memicu kebakaran lahan, kabut asap, serta berkurangnya ketersediaan air bersih di sejumlah wilayah.
Sebagai bentuk dukungan terhadap aktivitas relawan, Angga memberikan bantuan satu unit alkon secara pribadi. Peralatan tersebut diharapkan dapat menunjang kesiapan para pemuda saat membantu pemadaman kebakaran di lapangan.
"Saya secara pribadi memberikan bantuan alkon untuk membantu mereka dalam penanganan kebakaran," katanya.
Angga menilai kepedulian terhadap lingkungan dan persoalan sosial perlu ditanamkan sejak usia muda. Kegiatan relawan dapat menjadi sarana bagi generasi muda untuk membangun rasa tanggung jawab, solidaritas, serta kepekaan terhadap kondisi masyarakat di sekitarnya.
Ia juga berharap aksi tersebut dapat menginspirasi pemuda lainnya untuk terlibat dalam kegiatan positif. Menurutnya, penanganan persoalan lingkungan dan sosial tidak bisa hanya mengandalkan pemerintah, tetapi membutuhkan dukungan dan partisipasi masyarakat.
"Harapan saya, semakin banyak anak muda yang tergerak untuk peduli terhadap lingkungan dan mau terlibat dalam kegiatan sosial. Jangan hanya berpangku tangan, tetapi ikut memberikan kontribusi nyata bagi masyarakat," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI)









