BORNEONEWS, Palangka Raya - Dalam upaya meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam pengelolaan bahan organik, Tim Pengabdian kepada Masyarakat atau PkM melaksanakan kegiatan Pelatihan Pembuatan Kompos Berbahan Dasar Kearifan Lokal Berbasis Bakteri Indigenous dari Lahan Gambut. Kegiatan ini dilaksanakan di Kelompok Tani Kalampangan pada 12 Oktober 2026 lalu dan dipublis kepada masyarakat pada Selasa, 3 November 2026.
Kegiatan diawali dengan sambutan Ketua Tim PkM, Dr. Ir. Chartina Pidjath, S. Hut., M.Si yang hadir bersama anggota Tim PkM Dr. Ir. R.Rr. Sri Endang Agustina R, M.P., Dr. Ir. Sustiyah, M.P., Ir. Siti Zubaidah, M.P., Ennike Gusti Rahmi, M.Pd, serta mahasiswa Mela Melisa Pasaribu dan Samula Tuah Untai N.
Dalam sambutannya, Chartina menyampaikan pentingnya kegiatan pengabdian kepada masyarakat sebagai bentuk kontribusi perguruan tinggi dalam memberikan pengetahuan dan keterampilan yang dapat diterapkan secara langsung oleh masyarakat.
"Khususnya dalam bidang pertanian dan pemanfaatan potensi sumber daya lokal," kata Chartina dalam rilis kepada Borneonews pada Selasa, 3 November 2026.
Untuk mengetahui tingkat pemahaman awal peserta, tim pelaksana membagikan dan meminta peserta mengerjakan soal pre-test. Selanjutnya, kegiatan memasuki sesi penyampaian materi yang disampaikan oleh Dr. Ir Sustiyah, M.P. Materi berfokus pada penjelasan pembuatan kompos berbasis bakteri indigenous yang berasal dari lahan gambut, termasuk pemanfaatan potensi mikroorganisme lokal dalam proses pengolahan bahan organik. Pada sesi ini, peserta juga memperoleh leaflet sebagai bahan informasi dan panduan yang dapat dipelajari kembali setelah kegiatan berlangsung.
Tidak hanya memperoleh materi secara teori, peserta juga dilibatkan dalam sesi diskusi dan praktik pembuatan kompos. Pada sesi ini, peserta diberikan kesempatan untuk bertanya, bertukar pengalaman, serta mengikuti tahapan praktik pembuatan kompos dengan pendampingan tim pelaksana. Kegiatan praktik ini diharapkan dapat membantu peserta memahami proses pembuatan kompos secara lebih konkret sehingga pengetahuan yang diperoleh dapat diterapkan dalam kegiatan pertanian sehari-hari.
Setelah sesi diskusi dan praktik selesai, peserta mengikuti post-test untuk mengetahui pemahaman mereka setelah memperoleh materi dan pengalaman praktik dan mengisi angket respon peserta terhadap pelatihan. Rangkaian kegiatan kemudian ditutup oleh tim pelaksana dan dilanjutkan dengan makan siang bersama sebagai bagian dari kebersamaan antara tim PkM dan anggota Kelompok Tani Kalampangan.
"Melalui kegiatan ini, diharapkan anggota Kelompok Tani Kalampangan dapat meningkatkan pengetahuan dan keterampilan dalam mengolah bahan organik menjadi kompos dengan memanfaatkan bakteri indigenous dari lahan gambut," tambah Chartina.
Pemanfaatan potensi mikroorganisme lokal ini juga diharapkan dapat menjadi salah satu alternatif dalam mendukung pengelolaan pertanian yang lebih berkelanjutan serta mengoptimalkan potensi sumber daya lokal Kalimantan Tengah. (TESTI PRISCILLA/j)









