BORNEONEWS, Sampit – Inflasi di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), pada Oktober 2026 mencapai 4,72 persen secara tahunan atau year-on-year (y-on-y). Kenaikan tersebut menunjukkan masih adanya tekanan harga pada berbagai kelompok kebutuhan masyarakat.
Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Kotim, inflasi y-on-y Sampit pada Oktober 2026 tercatat sebesar 4,72 persen dengan Indeks Harga Konsumen (IHK) mencapai 113,51.
Inflasi tahunan tersebut terjadi karena adanya kenaikan harga pada seluruh kelompok pengeluaran.
Kelompok makanan, minuman, dan tembakau menjadi kelompok dengan kenaikan indeks tertinggi, yakni sebesar 7,78 persen. Disusul kelompok transportasi sebesar 6,67 persen dan kelompok perawatan pribadi serta jasa lainnya sebesar 5,95 persen.
"Kenaikan harga juga terjadi pada kelompok perlengkapan, peralatan dan pemeliharaan rutin rumah tangga sebesar 3,09 persen, serta kelompok penyediaan makanan dan minuman atau restoran sebesar 2,58 persen," berdasarkan data BPS Kotim, Selasa, 3 Oktober 2026.
Sementara itu, kelompok perumahan, air, listrik, dan bahan bakar rumah tangga mengalami kenaikan sebesar 2,05 persen. Kelompok kesehatan naik 1,89 persen, pakaian dan alas kaki 1,53 persen, serta pendidikan sebesar 0,64 persen.
Adapun kelompok rekreasi, olahraga, dan budaya mengalami kenaikan sebesar 0,44 persen, sedangkan kelompok informasi, komunikasi, dan jasa keuangan naik 0,42 persen.
Selain inflasi tahunan, dalam web resmi BPS Kotim tersebut menyampaikan perkembangan harga di Sampit juga menunjukkan inflasi secara bulanan atau month-to-month (m-to-m) sebesar 0,85 persen pada Oktober 2026.
Sedangkan secara kumulatif sejak awal tahun atau year-to-date (y-to-d), inflasi Sampit tercatat sebesar 4,45 persen hingga Oktober 2026.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kenaikan harga tidak hanya terjadi dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya, tetapi juga masih berlangsung dalam pergerakan harga bulanan.
Perkembangan inflasi ini menjadi perhatian karena kelompok makanan, minuman, dan tembakau serta transportasi mencatat kenaikan cukup tinggi dan berkaitan erat dengan kebutuhan serta aktivitas masyarakat sehari-hari. (DEVI/)









