BORNEONEWS, Sampit – Kerajinan topi berbahan rotan hasil karya perajin di Desa Lubuk Bunter, Kecamatan Cempaga, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), mendapat apresiasi dari Bupati Kotim Halikinnor.
" Topi rotan yang dihasilkan perajin kita ini memiliki kualitas cukup baik. Hasil kerajinannya terlihat halus dan rapi sehingga berpotensi dikembangkan menjadi salah satu produk unggulan daerah, " katanya, Selasa, 3 November 2026.
Menurutnya, kerajinan tersebut tidak hanya memiliki nilai seni, tetapi juga peluang ekonomi yang dapat dimanfaatkan masyarakat sebagai sumber usaha baru.
Hal tersebut didukung pula oleh ketersediaan rotan di wilayah tersebut yang terbilang cukup melimpah. Sebagian besar warga setempat merupakan petani rotan.
"Kerajinannya bagus, hasilnya halus dan rapi. Ini memiliki potensi untuk dikembangkan sehingga bisa menjadi produk khas daerah," ujarnya.
Dia berharap kerajinan topi rotan tersebut mendapat perhatian dan pembinaan dari pemerintah daerah, khususnya melalui Dinas Koperasi dan UKM Kotim.
Dukungan itu dapat dilakukan melalui pendampingan, pengembangan kualitas produk hingga membantu pemasaran agar hasil kerajinan masyarakat semakin dikenal luas.
Ia juga melihat peluang topi rotan Lubuk Bunter untuk dikembangkan sebagai suvenir khas Kotim. Dengan pengemasan dan pemasaran yang baik, produk tersebut diharapkan mampu menarik minat masyarakat maupun pengunjung dari luar daerah.
"Potensi seperti ini harus kita dorong. Jangan sampai kerajinan masyarakat yang memiliki nilai ekonomi justru tidak berkembang. Kita harapkan bisa menjadi peluang usaha dan meningkatkan pendapatan masyarakat," pungkasnya. (DEVI/y)









