BORNEONEWS, Sampit - Pengaspalan Jalan Jaksa Agung R Soeprapto, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), ditargetkan selesai dalam waktu sekitar 10 hari. Perbaikan jalan ini dilakukan untuk meningkatkan kualitas infrastruktur sekaligus memperlancar mobilitas masyarakat, terutama setelah penutupan akses Jalan Tjilik Riwut di ujung landasan pacu Bandara H Asan Sampit.
"Pengaspalan ini kita targetkan rampung dalam waktu sekitar 10 hari ke depan. Mudah-mudahan bisa selesai sesuai rencana sehingga masyarakat dapat segera merasakan manfaatnya," kata Bupati Kotim Halikinnor, Selasa, 3 November 2026.
Selama pekerjaan berlangsung, arus lalu lintas di Jalan Jaksa Agung R Soeprapto diberlakukan dengan sistem buka-tutup satu jalur secara bergantian. Rekayasa lalu lintas ini diterapkan untuk memberi ruang bagi pekerja dan alat berat selama proses pengaspalan.
Halikinnor menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat atas ketidaknyamanan yang mungkin terjadi. Ia meminta pengguna jalan bersabar dan mengikuti pengaturan lalu lintas di sekitar lokasi pekerjaan.
"Kami mohon maaf apabila selama pengerjaan ini aktivitas masyarakat sedikit terganggu. Kami berharap warga bisa bersabar karena perbaikan ini dilakukan untuk kepentingan bersama," ujarnya.
Ia menegaskan, kualitas jalan yang lebih baik diharapkan dapat menunjang kelancaran aktivitas warga serta memberikan kenyamanan dan keamanan bagi pengguna jalan.
Sebelumnya, Kepala Dinas Sumber Daya Air, Bina Marga, Bina Konstruksi, Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (SDABMBKPRKP) Kotim Mentana Dhinar Tistama menjelaskan bahwa pemeliharaan Jalan Jaksa Agung R Soeprapto telah dilakukan pada sejumlah titik.
Penanganan awal menggunakan material agregat dengan panjang sekitar 800 hingga 900 meter. Ruas tersebut menjadi salah satu jalur yang perlu diperhatikan setelah akses Jalan Tjilik Riwut di ujung landasan pacu Bandara H Asan Sampit ditutup.
Selanjutnya, pemerintah daerah mengalokasikan anggaran pemeliharaan melalui APBD Perubahan 2026 untuk pengaspalan jalan tersebut. Pekerjaan ini diharapkan meningkatkan kondisi ruas jalan yang digunakan masyarakat sebagai jalur alternatif. (DEWI PATMALASARI/y)









