BORNEONEWS, Sampit – Aktivitas penerbangan di Bandara H Asan Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), kembali terganggu akibat kabut asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Rabu, 4 November 2026. Setelah beberapa hari berjalan normal, satu penerbangan dibatalkan karena jarak pandang sempat menurun pada siang hari.

"Super Air Jet cancel. NAM Air terbang dari Surabaya," kata Kepala Kantor Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) H Asan Sampit Abdul Haris, Rabu, 4 November 2026.

Haris menjelaskan, penerbangan NAM Air dari Surabaya tetap dapat dilayani pada sore hari setelah kondisi jarak pandang membaik. Asap yang sebelumnya cukup tebal pada siang hari mulai menipis sehingga aktivitas penerbangan kembali berjalan.

Sebaliknya, penerbangan Super Air Jet dari Jakarta yang dijadwalkan tiba di Sampit pukul 14.50 WIB terpaksa dibatalkan. Kondisi asap yang masih tebal pada siang hari menjadi kendala bagi keselamatan penerbangan.

Sementara itu, berdasarkan keterangan Personal in Charge (PIC) Civil Aviation Publication Team Bandara H Asan Sampit, pesawat NAM Air mengalami keterlambatan kedatangan. Pesawat yang semula dijadwalkan mendarat pukul 13.05 WIB dari Surabaya baru tiba sekitar pukul 16.40 WIB.

Pesawat jenis Boeing tersebut membawa 130 penumpang saat tiba di Sampit dan kembali mengangkut 130 penumpang untuk penerbangan menuju Surabaya.

Diketahui, Bandara H Asan Sampit sempat lumpuh selama lebih dari satu bulan sejak September 2026. Saat itu, kabut asap karhutla menyebabkan jarak pandang terbatas sehingga penerbangan tidak dapat beroperasi.

Pada 30 Oktober hingga 3 November 2026, aktivitas penerbangan sempat kembali berjalan lancar. Hujan yang turun selama beberapa hari membantu mengurangi kabut asap sehingga jarak pandang di sekitar bandara membaik.

Namun, kondisi tersebut kembali berubah pada Rabu, 4 November 2026. Munculnya kabut asap pada siang hari membuat salah satu maskapai membatalkan penerbangan, sementara penerbangan lainnya baru dapat mendarat setelah jarak pandang membaik pada sore hari.

"Kemarin ada penerbangan cuaca bagus," pungkas Haris saat ditanya mengenai kondisi penerbangan pada 30 Oktober hingga 3 November 2026. (DEWI PATMALASARI/j)