BORNEONEWS, Palangka Raya – Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya masih membuka kemungkinan pembelajaran jarak jauh (PJJ) kembali diterapkan apabila kualitas udara memburuk akibat kiriman asap dari wilayah lain.
Pelaksana Tugas (Plt) Kepala Dinas Pendidikan Kota Palangka Raya, Jayani, mengatakan, saat ini kabut asap mulai menipis. Namun, pihaknya tetap mengantisipasi perubahan kondisi udara yang dapat berdampak terhadap kesehatan peserta didik.
Menurutnya, apabila pembelajaran tatap muka (PTM) kembali dilaksanakan, siswa diwajibkan menggunakan masker sebagai langkah perlindungan.
Disdik juga meminta kepala sekolah memantau kualitas udara secara berkala, termasuk dengan mengakses informasi kualitas udara dari BMKG.
Jayani menyampaikan, sekolah diberikan kewenangan untuk mengambil langkah sesuai kondisi lingkungan masing-masing, termasuk memulangkan siswa lebih awal apabila kualitas udara dinilai tidak sehat.
“Kalau kualitas udara memburuk, sekolah bisa memulangkan siswa lebih cepat. Jika kondisinya semakin buruk, PJJ bisa kembali diterapkan,” ujarnya, Selasa, 3 November 2026.
Ia mencontohkan, kondisi kualitas udara di Kalampangan bisa saja lebih buruk dibandingkan wilayah Tangkiling. Karena itu, keputusan terkait kegiatan belajar mengajar dapat disesuaikan dengan kondisi masing-masing sekolah.
Disdik berharap sekolah tetap mengutamakan keselamatan dan kesehatan siswa, sembari memastikan kegiatan pembelajaran tetap berjalan sesuai kondisi yang memungkinkan.
"Kami meminta pihak sekolah memantau kualitas udara lingkungan sekolah masing-masing," pungkasnya. (MARINI/y)









