BORNEONEWS, Sampit - Muhammadiyah Disaster Management Center (MDMC) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerima bantuan peralatan pemadam kebakaran dari Kementerian Kehutanan Republik Indonesia. Bantuan ini diharapkan memperkuat kesiapan relawan Muhammadiyah dalam menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) serta bencana lainnya.

"Bantuan ini sangat berguna untuk mendukung kegiatan kemanusiaan dan aktivitas para relawan Muhammadiyah, khususnya dalam penanggulangan bencana," kata Sekretaris Pimpinan Daerah Muhammadiyah (PDM) Kotim, I Wayan Alaf, mewakili Ketua PDM, Selasa, 3 November 2026.

Bantuan yang terdiri dari mesin pemadam kebakaran, selang, nozzle, masker respirator, dan baju operasional tersebut diserahkan oleh Kepala Daerah Operasi (Daop) Manggala Agni Kalimantan III, Binsar Octavianus Togatorop, kepada perwakilan Majelis Kesehatan Umum dan Sosial Muhammadiyah.

Penyerahan berlangsung di Sekretariat Muhammadiyah, Jalan RA Kartini, Sampit, disaksikan Ketua MDMC Kotim Alexander dan Sekretaris PDM Kotim.

I Wayan Alaf menyampaikan apresiasi kepada Kementerian Kehutanan atas dukungan tersebut. Bantuan tersebut dapat menunjang kegiatan MDMC yang berada di bawah pembinaan Majelis Kesehatan Umum dan Sosial Muhammadiyah.

Ia menjelaskan, Muhammadiyah memiliki sejumlah lembaga dan organisasi yang aktif dalam kegiatan sosial dan kemasyarakatan. Di antaranya MDMC, Lazismu, Kokam, Tapak Suci, klinik kesehatan, lembaga pendidikan, serta bidang dakwah.

"Atas nama PDM Kotim, kami mengucapkan terima kasih kepada Kementerian Kehutanan atas bantuan ini. Peralatan tersebut sangat bermanfaat untuk mendukung kegiatan para pemuda dan relawan Muhammadiyah," ujarnya.

Sementara itu, Kepala Daop Manggala Agni Kalimantan III Binsar Octavianus Togatorop menyambut baik keterlibatan Muhammadiyah dalam kegiatan kemanusiaan. Ia berharap aktivitas positif tersebut terus berjalan, terutama dalam membantu masyarakat menghadapi karhutla dan banjir.

Menurutnya, keterlibatan berbagai organisasi dan elemen masyarakat diperlukan untuk memperkuat penanganan bencana di daerah.

Ketua Majelis Kesehatan Umum dan Sosial Muhammadiyah Kotim, Agus Mulyadi, mengatakan MDMC bersama Lazismu telah terlibat dalam berbagai kegiatan selama masa darurat karhutla. Relawan tidak hanya membantu pemadaman, tetapi juga memberikan dukungan logistik dan layanan kesehatan bagi petugas serta masyarakat terdampak.

Di antaranya, MDMC ikut membantu pemadaman melalui posko karhutla kabupaten. Mereka juga membentuk tim bantuan logistik keliling untuk mengantarkan makanan, minuman, oksigen, obat-obatan, dan masker kepada petugas pemadam di lokasi kebakaran.

Selain itu, relawan membuka rumah singgah oksigen dan menyediakan pembagian air bersih di Gedung Muhammadiyah. Penyaluran air bersih juga dilakukan menggunakan truk berkapasitas 4.000 liter ke rumah warga di sejumlah kecamatan yang mengalami kekeringan.

"Penyaluran air bersih dilakukan setiap hari. Kami juga membuka klinik gratis untuk relawan karhutla," kata Agus.

Ia menjelaskan, berbagai kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya Muhammadiyah melibatkan generasi muda dalam aktivitas sosial yang bermanfaat bagi masyarakat.

Agus mengakui, MDMC belum memiliki armada sendiri untuk menunjang seluruh kegiatan lapangan. Meski demikian, keterbatasan itu tidak menghentikan relawan untuk menjalankan tugas kemanusiaan bersama Lazismu dan unsur Muhammadiyah lainnya.

"Walaupun kami tidak memiliki armada sendiri, semua kegiatan tetap berjalan dalam rangka menjalankan amanat organisasi, fastabiqul khairat, berlomba-lomba dalam kebajikan. Semoga warga merasa terbantu dalam menghadapi bencana ini dan merasa aman," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/y)