BORNEONEWS, MOSKOW – Gelombang serangan siber menyasar sistem kendali suhu lemari pendingin di sejumlah supermarket di Eropa. Serangan tersebut menyebabkan suhu pendingin meningkat, merusak produk makanan, dan memicu kerugian hingga ratusan ribu euro.
Mengutip laporan surat kabar Bild, Selasa (3/11/2026), sejumlah supermarket di berbagai negara bagian Jerman menjadi sasaran peretasan. Akibatnya, pengelola toko terpaksa membuang berton-ton bahan makanan yang rusak.
Serangan serupa juga dilaporkan terjadi di Prancis, Belgia, Swedia, Belanda, dan Irlandia sejak Senin (2/11/2026). Peretas diduga mengaktifkan mode pencairan atau defrost pada sistem pendingin di puluhan gerai supermarket.
Salah satu supermarket di Reisbach, Bavaria Hilir, Jerman, dilaporkan mengalami kenaikan suhu lemari pendingin hingga 50 derajat Celsius akibat serangan tersebut.
Aparat dari satuan reserse kriminal Jerman yang menangani kejahatan siber telah diterjunkan untuk menyelidiki insiden tersebut.
Temuan awal menunjukkan serangan menyasar perangkat pendingin model lama yang sudah tidak memperoleh dukungan teknis maupun pembaruan keamanan dari produsennya.
Hingga kini, aparat masih menyelidiki jumlah supermarket yang terdampak serta total kerugian akibat kerusakan sistem pendingin dan produk makanan yang tidak lagi layak konsumsi.
SUMBER: ANTARA









