BORNEONEWS, Pulang Pisau – Perempuan di Kabupaten Pulang Pisau, Kalimantan Tengah, yang terdaftar sebagai peserta aktif Jaminan Kesehatan Nasional (JKN) dan memenuhi kriteria pemeriksaan berkesempatan menjalani deteksi dini kanker serviks secara gratis melalui metode pap smear.

Pemeriksaan tersebut menjadi salah satu langkah untuk mendeteksi perubahan sel pada leher rahim sejak dini, sehingga kelainan yang berpotensi berkembang menjadi kanker dapat diketahui dan ditindaklanjuti lebih cepat.

Layanan ini diselenggarakan BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya bekerja sama dengan Laboratorium Prodia Palangka Raya.

Salah seorang peserta pemeriksaan, Emi (32), menilai deteksi dini penting dilakukan meskipun perempuan belum merasakan gejala atau keluhan kesehatan tertentu.

"Menjaga kesehatan perlu menerapkan pola hidup sehat, salah satunya rutin memeriksakan kondisi tubuh, termasuk kesehatan organ reproduksi," kata Emi di Pulang Pisau, Rabu, 4 November 2026.

Menurutnya, pemeriksaan kesehatan reproduksi perlu mendapat perhatian, terutama bagi perempuan yang telah aktif secara seksual.

Ia mengatakan, pemeriksaan lebih awal dapat membantu perempuan mengetahui kondisi kesehatan leher rahim dan menentukan langkah berikutnya apabila ditemukan kelainan.

"Dengan melakukan pemeriksaan lebih awal, kita bisa mengetahui kondisi kesehatan serviks dan mengambil langkah yang tepat apabila ditemukan sesuatu yang perlu ditindaklanjuti," ujarnya.

Selain kesadaran masyarakat, kemudahan mengakses layanan kesehatan juga menjadi faktor penting agar perempuan tidak ragu menjalani pemeriksaan.

Hal tersebut dirasakan Mirna (33), peserta JKN yang baru pertama kali mengikuti pemeriksaan pap smear.

Ia mengaku sempat memperhatikan sejumlah ketentuan yang harus dipenuhi sebelum pemeriksaan, termasuk persiapan yang dianjurkan petugas kesehatan.

"Sebelum tindakan saya sudah mengikuti ketentuan persiapan, salah satunya tidak menggunakan sabun pembersih kewanitaan," katanya.

Mirna menjelaskan, peserta yang datang ke lokasi pemeriksaan diarahkan untuk mengisi daftar hadir dan melengkapi dokumen administrasi.

Dokumen tersebut mencakup surat pernyataan belum menjalani pemeriksaan Inspeksi Visual Asam Asetat (IVA) maupun pap smear sepanjang 2026 serta surat pengantar dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP).

Setelah melengkapi persyaratan, peserta menunggu antrean sebelum menjalani pemeriksaan awal dan tindakan pengambilan sampel.

"Setelah itu tinggal menunggu antrean dan masuk ke ruang tindakan untuk skrining kesiapan dan mendapatkan pemeriksaan pap smear. Bagi saya yang baru pertama kali, alurnya mudah dan prosesnya cepat. Saya berharap semakin banyak perempuan yang memanfaatkan pemeriksaan ini," ujar Mirna.

Sementara itu, Kepala BPJS Kesehatan Cabang Palangka Raya, K Hindro Kusumo mengatakan, pemeriksaan kanker serviks tidak hanya dapat diakses peserta JKN di Kabupaten Pulang Pisau.

Layanan tersebut juga tersedia bagi peserta yang memenuhi ketentuan di kabupaten dan kota lainnya di Kalimantan Tengah.

Namun, peserta perlu terlebih dahulu menjalani Skrining Riwayat Kesehatan untuk mengetahui risiko kesehatan dan menentukan tindak lanjut pemeriksaan sesuai penilaian tenaga medis.

Peserta yang teridentifikasi memiliki risiko kanker serviks dianjurkan berkonsultasi dengan tenaga kesehatan di FKTP tempat mereka terdaftar.

"Layanan pemeriksaan kanker serviks ini tidak hanya berlaku di Kabupaten Pulang Pisau tetapi juga di wilayah kota maupun kabupaten lainnya di Provinsi Kalimantan Tengah. Kami mengajak seluruh peserta JKN aktif yang teridentifikasi berisiko kanker serviks melalui hasil Skrining Riwayat Kesehatannya agar berkonsultasi dengan tenaga medis di FKTP dan menindaklanjutinya melalui pemeriksaan pap smear," kata Hindro.

Pemeriksaan pap smear merupakan salah satu metode skrining untuk mendeteksi perubahan abnormal pada sel leher rahim yang dapat menjadi tanda awal kondisi prakanker maupun gangguan kesehatan lainnya.

Pemeriksaan ini bukan untuk memastikan diagnosis kanker secara langsung. Apabila ditemukan hasil yang tidak normal, peserta dapat memperoleh arahan mengenai pemeriksaan lanjutan sesuai kebutuhan medis.

Melalui akses deteksi dini yang lebih mudah, perempuan di Pulang Pisau dan wilayah Kalimantan Tengah lainnya diharapkan dapat lebih memperhatikan kesehatan reproduksi tanpa harus menunggu munculnya keluhan. (*/j)