BORNEONEWS, Pulang Pisau – Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Kabupaten Pulang Pisau terus berupaya meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan kepada masyarakat. Salah satunya dengan menyiapkan layanan CT Scan dan hemodialisa atau cuci darah yang ditargetkan mulai beroperasi pada awal 2027.

Hal tersebut disampaikan Plt Direktur RSUD Pulang Pisau, dr. Andrie Yogie Putra, dalam Forum Konsultasi Publik (FKP) RSUD Pulang Pisau Tahun 2026 dengan tema "Sinergi RSUD dan Masyarakat dalam Mewujudkan Pelayanan Publik yang Berkualitas di Kabupaten Pulang Pisau".

Yogie mengatakan, untuk pengadaan alat CT Scan, pihaknya menargetkan alat tersebut tiba pada 16 November 2026 untuk selanjutnya dilakukan uji fungsi. Jika seluruh tahapan berjalan sesuai rencana, layanan tersebut diharapkan sudah dapat beroperasi pada awal tahun depan.

"Untuk CT Scan ini kami harapkan alatnya datang pada 16 November dan dilakukan uji fungsi. Mudah-mudahan awal tahun sudah bisa operasional," ujarnya.

Selain CT Scan, RSUD Pulang Pisau juga sedang mempersiapkan layanan hemodialisa. Saat ini proses penyiapan ruangan dan peralatan tengah berjalan melalui kerja sama dengan pihak penyedia alat.

"Kami berharap akhir tahun ini persiapannya bisa selesai sehingga awal tahun depan sudah bisa difungsikan untuk melayani masyarakat," jelasnya.

Dari sisi sumber daya manusia, Yogie memastikan dokter penanggung jawab layanan hemodialisa sudah tersedia di RSUD Pulang Pisau. Sementara untuk layanan CT Scan, dokter yang dibutuhkan juga dipersiapkan dan ditargetkan menyelesaikan pendidikan pada awal tahun mendatang.

Dalam forum tersebut, pihak RSUD juga menerima berbagai masukan dan keluhan masyarakat, termasuk terkait ketersediaan obat-obatan serta kemungkinan pemanfaatan obat tradisional sebagai bagian dari upaya menunjang pelayanan kesehatan.

Yogie, menyampaikan seluruh masukan akan dikaji dan ditindaklanjuti sesuai kebutuhan serta ketentuan yang berlaku.

"Kami tentunya menerima semua masukan, termasuk terkait obat tradisional. Akan kami kaji dan melihat peluang kolaborasi untuk menunjang pelayanan. Masukan mengenai obat-obatan dan lainnya juga akan kami tindak lanjuti," katanya.

Ia berharap melalui forum konsultasi publik tersebut, berbagai keluhan masyarakat dapat menjadi bahan evaluasi bagi rumah sakit sehingga kualitas pelayanan semakin meningkat dan permasalahan yang dikeluhkan masyarakat dapat diminimalkan.

Sebelumnya, RSUD Kabupaten Pulang Pisau juga telah melaksanakan survei reakreditasi pada 20-23 Agustus 2026 dan berhasil meraih status akreditasi utama.(RETHA/y)