BORNEONEWS, Tamiang Layang – Upaya memulihkan lingkungan pascakebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kabupaten Barito Timur tidak hanya dilakukan melalui pemadaman api, tetapi juga dengan menghijaukan kembali kawasan yang terdampak. Polres Barito Timur mengambil langkah nyata melalui penanaman 115 pohon buah di bekas lokasi karhutla di Janah Munsit, Desa Sarapat, Jumat, 6 November 2026.

Kapolres Barito Timur AKBP Iqbal Sengaji, memimpin langsung kegiatan yang dikemas dalam program Polisi Peduli Lingkungan atau Green Policing tersebut. Bersama Ketua Bhayangkari Cabang Barito Timur, para pejabat utama, perwira, bintara serta pengurus Bhayangkari, Kapolres turun ke lapangan untuk melaksanakan kerja bakti dan penanaman pohon.

Sebanyak 115 pohon berbagai jenis tanaman buah ditanam di kawasan yang sebelumnya terdampak kebakaran. Kegiatan ini menjadi bagian dari Gerakan ASRI Polri yang mengusung prinsip Aman, Sehat, Resik dan Indah sekaligus memperkuat kepedulian terhadap pemulihan ekosistem di wilayah Barito Timur.

Iqbal mengatakan, Green Policing bukan sekadar kegiatan seremonial, melainkan wujud tanggung jawab bersama dalam menjaga kelestarian alam. Menurutnya, kawasan yang pernah dilanda karhutla membutuhkan perhatian dan aksi nyata agar kembali hijau serta memberikan manfaat bagi lingkungan.

“Melalui kegiatan Green Policing ini, kami ingin menumbuhkan kesadaran bahwa menjaga lingkungan merupakan tanggung jawab bersama. Penanaman 115 pohon buah ini diharapkan dapat memberikan manfaat bagi lingkungan dalam jangka panjang serta menjadikan kawasan lebih hijau, bersih, asri dan nyaman,” ujarnya.

Kapolres menambahkan, gerakan tersebut juga menjadi sarana memperkuat sinergi antara kepolisian dan masyarakat. Sebab, upaya menjaga kelestarian lingkungan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah maupun aparat keamanan, tetapi membutuhkan keterlibatan aktif seluruh elemen masyarakat.

Selain menanam pohon dan membersihkan lingkungan, personel Polres Barito Timur juga menyampaikan edukasi kepada masyarakat mengenai pentingnya menjaga kebersihan, mencegah kerusakan alam serta merawat tanaman yang telah ditanam. Perawatan secara berkelanjutan menjadi bagian penting agar pohon-pohon tersebut dapat tumbuh dan memberikan manfaat dalam jangka panjang.

Iqbal menegaskan, Polres Barito Timur akan terus mengembangkan kegiatan Green Policing melalui kolaborasi dengan pemerintah daerah, Dinas Pertanian, masyarakat dan berbagai pihak terkait. Langkah tersebut juga mencakup identifikasi serta pemetaan kawasan yang membutuhkan penataan dan perbaikan lingkungan.

Ia turut mengajak masyarakat agar tidak melakukan pembakaran lahan secara sembarangan serta berperan aktif menjaga kelestarian alam di lingkungan masing-masing. Apabila menemukan aktivitas yang berpotensi mengganggu keamanan maupun merusak lingkungan, masyarakat diminta segera melaporkannya melalui kantor kepolisian terdekat atau Call Center Polri 110.

Penanaman 115 pohon buah di Janah Munsit ini menjadi salah satu bentuk kontribusi Polres Barito Timur dalam mendorong pemulihan kawasan pascakarhutla. Lebih dari sekadar menghijaukan lahan, gerakan tersebut diharapkan menumbuhkan kesadaran kolektif bahwa menjaga alam merupakan investasi penting bagi keberlangsungan hidup generasi mendatang.

Melalui semangat Polisi Bersama Masyarakat, Polres Barito Timur berupaya menjadikan kepedulian lingkungan sebagai gerakan berkelanjutan demi mewujudkan Barito Timur yang aman, sehat, resik dan indah. (AGUSTINUS BOLE MALO