BORNEONEWS, Palangka Raya – Tingkat Pengangguran Terbuka atau TPT di Kota Palangka Raya menjadi yang tertinggi di Kalimantan Tengah pada Agustus 2026. Badan Pusat Statistik atau BPS Kalteng mencatat TPT Palangka Raya mencapai 4,84 persen.

Sebaliknya, TPT terendah tercatat di Kabupaten Pulang Pisau, yakni sebesar 2,30 persen.

Kepala BPS Kalimantan Tengah Toto Haryanto Silitonga mengatakan, tingginya angka pengangguran di Palangka Raya tidak terlepas dari daya tarik ibu kota provinsi tersebut sebagai pusat aktivitas ekonomi dan pemerintahan.

Menurutnya, Palangka Raya memiliki banyak faktor penarik atau pull factor yang mendorong penduduk dari berbagai daerah datang untuk mencari pekerjaan dan mengadu nasib.

Namun, tidak seluruh pencari kerja yang datang dapat terserap oleh lapangan pekerjaan yang tersedia.

“Banyak orang yang berusaha untuk pergi ke Palangka Raya untuk mengadu nasib, tetapi ternyata belum semuanya bisa tertampung lapangan pekerjaannya,” ujarnya pada Jumat, 6 November 2026.

Kondisi tersebut membuat tingkat pengangguran terbuka di Palangka Raya lebih tinggi dibandingkan kabupaten lainnya di Kalteng. Sementara Pulang Pisau mencatat tingkat pengangguran paling rendah.

"Secara keseluruhan, TPT Kalimantan Tengah pada Agustus 2026 tercatat sebesar 4,01 persen. Artinya, dari setiap 100 orang angkatan kerja, sekitar empat orang di antaranya masih menganggur," katanya lagi.

Di sisi lain, Tingkat Partisipasi Angkatan Kerja atau TPAK Kalteng mencapai 66,45 persen. Angka tersebut menunjukkan sekitar 66 dari setiap 100 penduduk usia kerja merupakan bagian dari angkatan kerja.

"BPS juga mencatat proporsi pekerja formal pada Agustus 2026 sebesar 49,38 persen, sedangkan penduduk yang bekerja penuh waktu mencapai 69,59 persen," tutur Toto.(TESTI PRISCILLA)