BORNEONEWS, JAKARTA – Pemerintah menyampaikan belasungkawa atas gugurnya tiga personel TNI Angkatan Darat (TNI AD) yang tengah menjalankan tugas dalam operasi penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah.
"Tiga prajurit kita gugur saat menjalankan tugas mengatasi kebakaran hutan dan lahan. Dalam kesempatan ini, izinkanlah kami menyampaikan belasungkawa," kata Menteri Sekretaris Negara (Mensesneg) Prasetyo Hadi dalam keterangannya di Jakarta, Jumat (6/11/2026).
Ketiga prajurit tersebut yakni Letkol CPN (Anm.) Dudi Firmansyah, Kapten CPN (Anm.) Nurhafiz Akbar Rizki Hartio, dan Sertu (Anm.) Heri Prasetyo. Mereka gugur dalam kecelakaan helikopter TNI AD saat menjalankan misi pemadaman karhutla di perairan Desa Sungai Perlu, Kecamatan Danau Sembuluh, Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah, Rabu (4/11).
Prasetyo mengatakan Presiden Prabowo Subianto memberikan perhatian penuh kepada seluruh petugas yang terlibat dalam penanganan karhutla. Perhatian tersebut juga mencakup kesejahteraan keluarga yang ditinggalkan oleh para prajurit yang gugur.
"Sesuai dengan petunjuk Bapak Presiden, kami diminta memberikan perhatian, termasuk kepada keluarga maupun putra-putri saudara-saudara kita yang telah berjuang menjalankan tugasnya dengan penuh keikhlasan di tengah mara bahaya yang membutuhkan pengorbanan," ujarnya.
Ia menegaskan, pemerintah terus berupaya melakukan pemadaman karhutla di berbagai wilayah, meskipun proses penanganannya memiliki risiko tinggi bagi petugas di lapangan.
Berdasarkan data Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) per Kamis (5/11), terdapat 1.468 titik api karhutla yang tersebar di enam provinsi. Sejumlah wilayah yang menjadi perhatian dalam penanganan kebakaran meliputi Kalimantan Tengah, Kalimantan Timur, Kalimantan Selatan, Jambi, dan Papua Selatan.
Hingga saat ini, aktivitas kebakaran di sejumlah wilayah masih meningkat sehingga membutuhkan penanganan secara intensif.
BNPB menjelaskan, penanganan karhutla menghadapi berbagai kendala, terutama kebakaran yang terjadi di lahan gambut. Kondisi lahan, arah angin, serta ketersediaan sumber air turut memengaruhi efektivitas pemadaman dan menjadi tantangan bagi petugas, khususnya dalam menjangkau lokasi kebakaran.
"Oleh karena itulah, sekali lagi ini menunjukkan pemerintah bekerja sangat serius. Saudara-saudara kita bekerja siang dan malam dengan mempertaruhkan jiwa raganya, terutama personel TNI yang melakukan proses pemadaman melalui metode water bombing," kata Prasetyo.
Selain menyampaikan belasungkawa, pemerintah juga mengapresiasi seluruh pihak, petugas, dan relawan yang telah berkontribusi dalam memantau serta mengantisipasi persebaran titik api, sekaligus membantu proses pemadaman karhutla di lapangan.
SUMBER: ANTARA









