BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) H Agustiar Sabran menyatakan dukungannya terhadap rencana pengembangan Bandara Kuala Pembuang di Kabupaten Seruyan.
Pengembangan infrastruktur penerbangan tersebut dinilai strategis untuk memperkuat konektivitas wilayah, meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi bencana, hingga mendorong pertumbuhan ekonomi daerah.
Menurut Agustiar, luasnya wilayah Kalimantan Tengah membutuhkan dukungan transportasi udara yang memadai. Karena itu, peningkatan kapasitas Bandara Kuala Pembuang perlu menjadi perhatian pemerintah, termasuk kemungkinan memperpanjang landasan pacu atau runway agar dapat melayani pesawat dengan kapasitas lebih besar.
“Kesiapan infrastruktur penerbangan di Bandara Kuala Pembuang perlu ditingkatkan agar lebih memadai, termasuk perpanjangan runway agar pesawat yang lebih besar bisa beroperasi,” ujarnya, Sabtu, 7 November 2026.
Dia menjelaskan, pengembangan Bandara Kuala Pembuang bukan semata-mata untuk meningkatkan konektivitas antardaerah. Keberadaan bandara yang memadai juga memiliki peran penting dalam mendukung penanganan keadaan darurat, seperti bencana alam dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla).
Agustiar mencontohkan, Bandara Kuala Pembuang saat ini dimanfaatkan sebagai homebase atau pangkalan operasi Satuan Tugas (Satgas) Udara dalam penanganan karhutla di Kalimantan Tengah.
“Seperti contohnya saat ini, Bandara Kuala Pembuang digunakan pemerintah untuk homebase Satgas Udara penanganan karhutla, termasuk dalam kondisi kedaruratan tertentu,” ungkapnya.
Keunggulan lain Bandara Kuala Pembuang adalah lokasinya di kawasan pesisir Kabupaten Seruyan. Posisi tersebut menjadi nilai strategis karena bandara relatif tidak terdampak langsung oleh asap karhutla seperti sejumlah wilayah lainnya.
Menurut Agustiar, hal itu menjadi salah satu pertimbangan penting agar pengembangan Bandara Kuala Pembuang masuk dalam perencanaan pembangunan infrastruktur transportasi udara Kalimantan Tengah ke depan.
Dia juga menekankan perlunya koordinasi dan sinergi antara pemerintah provinsi, pemerintah kabupaten, dan pemerintah pusat untuk merealisasikan pengembangan tersebut.
Terlebih, di tengah kebijakan efisiensi anggaran, diperlukan kolaborasi pembiayaan agar peningkatan infrastruktur bandara dapat dilakukan secara bertahap dan sesuai kebutuhan.
Sementara itu, Bupati Seruyan Ahmad Selanorwanda mengungkapkan bahwa pemerintah daerah telah menyampaikan usulan pengembangan Bandara Kuala Pembuang kepada pemerintah pusat.
Menurutnya, usulan tersebut terus diperjuangkan melalui sejumlah pertemuan di tingkat pusat, mengingat bandara tersebut memiliki potensi besar untuk mendukung berbagai sektor pembangunan di Kabupaten Seruyan.
“Dalam beberapa pertemuan di tingkat pusat usulan pengembangan bandara terus kami sampaikan, karena bandara ini memiliki potensi ke depan selain untuk mendukung peningkatan ekonomi dan pariwisata juga dukungan terhadap penanganan bencana,” ungkap Bupati.
Pemerintah Kabupaten Seruyan berharap dukungan Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah dan pemerintah pusat dapat mempercepat realisasi rencana tersebut. (FAHRUL/H)









