BORNEONEWS, Palangka Raya - Jumlah personel penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Tengah mulai dievaluasi secara bertahap menyusul menurunnya eskalasi kejadian kebakaran dalam beberapa hari terakhir.
Evaluasi jumlah personel dilakukan sesuai kebutuhan di lapangan. Meski demikian, kegiatan patroli dan pemantauan tetap dilaksanakan guna memastikan titik api yang masih tersisa dapat segera ditangani.
Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Kalimantan Tengah Ahmad Toyib melaporkan perkembangan penanganan tersebut dalam Rapat Koordinasi Pemantauan Penanganan Karhutla di Palangka Raya.
Penanganan karhutla di Kalimantan Tengah melibatkan sebanyak 16.478 personel dari berbagai unsur, termasuk BPBD, TNI-Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, relawan, dan elemen masyarakat lainnya.
"Berdasarkan data hingga 28 Oktober 2026, tercatat 76 titik panas dan 26 kejadian karhutla dengan luas terbakar sekitar 43,93 hektare," sebut Toyib dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Jumat, 30 Oktober 2026.
Sementara itu, secara kumulatif sejak 1 Januari hingga 28 Oktober 2026, tercatat sebanyak 371.692 titik panas dan 7.634 kejadian karhutla di wilayah Kalimantan Tengah.
Total luas lahan yang terbakar selama periode tersebut mencapai 20.699 hektare berdasarkan data yang dihimpun dari satuan tugas kabupaten dan kota.
Di tengah perkembangan tersebut, Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah tetap menekankan pentingnya koordinasi lintas sektor dan pemantauan di lapangan sebagai bagian dari upaya memperkuat penanganan serta pencegahan karhutla. (HERMAWAN DP/y)









