BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah mengingatkan seluruh personel penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) agar tidak mengurangi kewaspadaan meskipun hujan mulai turun di sejumlah wilayah.
Peringatan tersebut disampaikan menyusul kondisi cuaca yang masih dipengaruhi El Nino, sementara curah hujan dengan pola normal berdasarkan analisis BMKG diperkirakan baru terjadi pada akhir November 2026.
"Jangan sampai kondisi saat ini membuat kita lengah. Kita masih memiliki waktu sekitar 30 hari untuk terus berjuang bersama. Hindari saling menyalahkan, mari kita ambil air, padamkan api, dan jangan sampai muncul titik api baru," kata Plt Staf Ahli Gubernur Bidang Pemerintahan, Hukum, dan Politik Farid Wajdi di Palangka Raya, Jumat, 30 Oktober 2026.
Farid menyampaikan hal tersebut dalam kegiatan peninjauan lapangan evaluasi penanggulangan karhutla terhadap Kawasan Swasembada Pangan, Energi, dan Air Nasional (KSPEAN) Provinsi Kalimantan Tengah.
Menurutnya, dukungan seluruh pihak masih sangat dibutuhkan mengingat ancaman kebakaran belum sepenuhnya berakhir meskipun beberapa wilayah mulai diguyur hujan.
Ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh unsur yang selama ini terlibat dalam penanggulangan karhutla, termasuk pemerintah daerah, TNI, Polri, barisan pemadam kebakaran, serta dunia usaha.
Farid turut menekankan pentingnya penanganan kebakaran secara intensif, khususnya di kawasan yang berdekatan dengan Bandara Tjilik Riwut Palangka Raya.
Hal tersebut menjadi perhatian karena asap akibat kebakaran hutan dan lahan berpotensi mengganggu aktivitas masyarakat serta transportasi udara.
Sementara itu, Wakil Menteri Koordinator Bidang Pangan Hanif Faisol Nurofiq menjelaskan, hujan yang turun dalam beberapa hari terakhir sebagian merupakan hasil Operasi Modifikasi Cuaca (OMC).
Namun, hujan tersebut masih bersifat sporadis dengan jumlah uap air terbatas sehingga penanganan karhutla tidak dapat sepenuhnya mengandalkan kondisi cuaca.
Pemerintah saat ini mengerahkan 175 regu pemadam kebakaran di Palangka Raya dengan target penyelesaian penanganan titik-titik kebakaran yang menjadi sasaran dalam waktu dua pekan.
Penanganan dilakukan melalui penguatan personel, pembentukan 36 kelompok kerja, serta optimalisasi pompa air dan sumber air permukaan.
"Target kita dua minggu dari sekarang untuk menuntaskan penanganan ini dengan sistem permanen. Semua mesin dan pompa air yang telah dibangun harus kita optimalkan sebesar-besarnya untuk penggunaan air," tegas Hanif. (HERMAWAN DP/y)









