BORNEONEWS, Moskow - Kelompok pria bersenjata menculik 14 pelajar sekolah Islam dan seorang guru di Negara Bagian Niger, Nigeria. Peristiwa itu terjadi ketika para korban sedang memanen jagung di sebuah ladang di Desa Tungan-Bako.
Juru Bicara Kepolisian Negara Bagian Niger, Wasiu Abiodun, mengatakan penculikan berlangsung pada Sabtu, 31 Oktober 2026, sekitar pukul 12.30 waktu setempat.
"Pada 31/10/2026 sekitar pukul 12.30 siang waktu setempat, sekelompok orang yang diduga bandit itu menggerebek Desa Tungan-Bako di wilayah Rafi LGA dan menculik sejumlah orang yang sedang bekerja di ladang," kata Abiodun, dikutip dari surat kabar Premium Times, Selasa, 3 November 2026.
Ia menjelaskan, para korban merupakan 14 siswa sekolah Islam yang sedang membantu guru mereka memanen jagung sebelum kelompok bersenjata datang.
Kepolisian telah memulai penyelidikan dan berupaya membebaskan seluruh korban yang masih disandera. Hingga laporan tersebut disampaikan, belum ada keterangan mengenai identitas pelaku maupun kondisi para korban.
Nigeria kerap menghadapi serangan kelompok bersenjata yang disertai penculikan, termasuk terhadap anak-anak sekolah. Dalam sejumlah kasus, pelaku meminta uang tebusan sebagai syarat pembebasan para korban.
SUMBER: ANTARA









