BORNEONEWS, NEW YORK – Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) menyatakan kekhawatiran atas kemungkinan Amerika Serikat (AS) kembali melancarkan serangan terhadap fasilitas nuklir Iran.

Kekhawatiran tersebut muncul menyusul pernyataan Presiden AS Donald Trump mengenai potensi serangan baru terhadap fasilitas nuklir di negara itu.

Juru Bicara PBB Stephane Dujarric mengatakan, kekhawatiran tersebut berkaitan dengan sejumlah pernyataan terbaru mengenai kemungkinan Washington kembali menyerang fasilitas nuklir Pickaxe Mountain di Iran.

"Kami sangat khawatir dengan sejumlah pernyataan yang belakangan ini kami dengar terkait isu nuklir di kawasan tersebut, khususnya di Iran," kata Dujarric dalam konferensi pers, Selasa 3 November 2026.

Sebelumnya Trump mengatakan bahwa fasilitas Pickaxe Mountain berpotensi kembali menjadi sasaran serangan setelah AS menghancurkan apa yang disebutnya sebagai ambisi nuklir Teheran. Trump juga sebelumnya mengklaim terdapat aktivitas di lokasi tersebut.

Meski menyampaikan kekhawatiran terhadap potensi eskalasi konflik, Dujarric mengingatkan bahwa Iran tetap memiliki kewajiban untuk mematuhi Traktat Non-Proliferasi Nuklir (NPT) serta ketentuan yang berlaku dalam hubungannya dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA).

Ia pun meminta Teheran memenuhi seluruh kewajiban tersebut. Sebelumnya, pada 28 Februari, AS dan Israel melancarkan serangan terhadap sejumlah target di Iran. Teheran kemudian membalas dengan melancarkan serangan terhadap pihak lawan.

Pada pertengahan Juni, Iran dan AS menandatangani nota kesepahaman yang bertujuan mengakhiri permusuhan. Namun, kedua pihak kembali terlibat dalam aksi saling serang tidak lama setelah kesepakatan tersebut.

Sumber: Sputnik/ANTARA