BORNEONEWS, Jakarta – Ketua Badan Tim Nasional (BTN) Indonesia Kombes Sumardji menyebut FIFA Match Day pada November dapat dimanfaatkan untuk memantau pemain-pemain yang diproyeksikan memperkuat Timnas Indonesia pada Piala Asia 2027.
Meski demikian, Sumardji mengatakan pihaknya masih berupaya mencari lawan tanding bagi Timnas Indonesia untuk mengisi kalender FIFA Match Day periode 9–17 November 2026, menyusul batalnya pertandingan melawan Yordania.
"Ya, kami tetap mengupayakan (mencari lawan) sampai dengan hari ini dan besok. Namun, jika memang tidak bisa, kami tetap akan melakukan TC sesuai dengan program yang sudah ada. Kami juga akan memanggil beberapa pemain yang boleh dikatakan memiliki jadwal pertandingan tidak terlalu padat di klubnya," kata Sumardji saat dihubungi melalui sambungan telepon, Jumat 6 November 2026.
Ia menjelaskan, pemusatan latihan tersebut juga akan menjadi kesempatan bagi tim pelatih untuk melihat lebih dekat kemampuan sejumlah pemain yang berpeluang memperkuat skuad Garuda pada Piala Asia 2027.
"Kami ingin melihat lebih dekat pemain-pemain yang saat ini perlu dipantau, sehingga bisa mengetahui apakah mereka memang layak untuk memperkuat Timnas pada Piala Asia 2027 nanti," imbuhnya.
Sementara itu, Piala Asia 2027 yang semula dijadwalkan berlangsung pada 7 Januari hingga 5 Februari 2027 mengalami perubahan jadwal menjadi 23 Desember 2027 hingga 21 Januari 2028.
Keputusan tersebut diambil Konfederasi Sepak Bola Asia (AFC) setelah mempertimbangkan faktor keamanan dan kendala logistik akibat meningkatnya eskalasi konflik di Timur Tengah.
Sebelumnya, pertandingan Timnas Indonesia melawan Yordania pada FIFA Match Day November dipastikan batal. PSSI memutuskan tidak melanjutkan laga tersebut setelah mempertimbangkan situasi konflik di Timur Tengah yang semakin memanas.
Pertandingan yang sedianya digelar di Stadion Internasional Amman pada 13 November itu akhirnya tidak dapat terlaksana.
Setelah pembatalan tersebut, Sumardji kini berupaya menjalin komunikasi dengan Federasi Sepak Bola Hong Kong (HKFA) untuk menjajaki kemungkinan menggelar pertandingan persahabatan antara Indonesia dan Hong Kong.
"Sampai dengan sekarang, semalam kami kembali berkoordinasi dengan Hong Kong, tetapi belum mendapatkan jawaban secara resmi," ungkap Sumardji.
SUMBER: ANTARA









