BORNEONEWS, Palangka Raya - Pemenuhan gizi pada periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) menjadi salah satu materi yang disampaikan dalam Pertemuan Rutin Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026.

Materi tersebut disampaikan Penelaah Teknis Kebijakan Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Erawati, dalam kegiatan yang berlangsung di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis, 5 November 2026.

Erawati menjelaskan periode 1.000 HPK, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, sangat menentukan tumbuh kembang anak.

“Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, sangat menentukan tumbuh kembang anak,” sebut Erawati dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Jumat, 6 November 2026.

Pemenuhan gizi yang optimal pada masa ini penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak serta mencegah stunting. Ibu dan keluarga perlu memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak din

Ia menyampaikan pemenuhan gizi yang optimal pada periode tersebut penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak anak.

Selain pemenuhan gizi, Erawati turut menjelaskan pentingnya pemberian ASI bagi bayi.

Menurutnya, ASI mengandung zat gizi yang dibutuhkan bayi untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan serta pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dapat meningkatkan daya tahan tubuh.

Materi bertajuk “Peran Ibu DWP dalam Menciptakan Lingkungan Peduli ASI Menuju Indonesia Emas 2045” tersebut diharapkan meningkatkan kepedulian anggota DWP Kalteng terhadap kesehatan keluarga, pemberian ASI, dan pencegahan stunting. (HERMAWAN DP/j)