BORNEONEWS, Sampit – Keluarga yang masuk kategori rentan rawan pangan dan berisiko mengalami stunting di Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menerima bantuan pangan dari pemerintah daerah.

‎"Ini upaya pemerintah daerah dalam memenuhi gizi warga yang rentang mengalami stunting, " kata Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim Yephi Haryadi Periyanto, Rabu, 4 November 2026.

‎Bantuan tersebut disalurkan melalui Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kotim kepada keluarga penerima manfaat yang tersebar di wilayah tersebut.

‎"Seperti kemarin kita menyerahkan bantuan ke desa yang ada di wilayah Cempaga, " ujarnya.

‎Ada 40 keluarga yang menerima bantuan tersebut pada Senin (3/11/2026). Namun, sebelumnya juga telah diserahkan kepada keluarga yang ada di enam desa pada tiga kecamatan.

‎Desa penerima bantuan yakni Desa Parit dan Pantai Harapan di Kecamatan Cempaga Hulu, Desa Bajarau di Kecamatan Parenggean, Desa Kandan dan Soren di Kecamatan Kotabesi, serta Desa Ganefo di Kecamatan Seranau.

‎"Setiap keluarga mendapatkan paket bantuan berupa beras 10 kilogram, susu balita 900 gram, ayam beku satu kilogram, serta satu tray telur ayam ras, " ujarnya.

‎Penyaluran bantuan ini merupakan salah satu upaya pemerintah daerah dalam memperkuat ketahanan pangan keluarga sekaligus membantu memenuhi kebutuhan gizi masyarakat, khususnya kelompok rentan yang berisiko mengalami masalah gizi dan stunting.

‎"Kami berharap bantuan tersebut dapat meringankan beban kebutuhan pangan keluarga penerima manfaat, terutama dalam menyediakan makanan bergizi bagi anak-anak, " harapnya.

‎Selain membantu memenuhi kebutuhan pangan, pemberian susu balita, ayam dan telur juga diharapkan dapat mendukung pemenuhan asupan gizi keluarga, sehingga upaya pencegahan stunting dapat dilakukan sejak tingkat rumah tangga.

‎Pemerintah Kabupaten Kotim melalui DPKP berharap bantuan tersebut memberikan manfaat nyata bagi masyarakat di wilayah rawan pangan dan keluarga berisiko stunting.

‎"Dengan pemenuhan kebutuhan pangan dan gizi yang lebih baik, diharapkan ketahanan keluarga semakin kuat serta dapat mendukung terwujudnya generasi Kotim yang sehat dan berkualitas, " pungkasnya. (DEVI/j)

‎