BORNEONEWS, Palangka Raya - Stok beras di Kalimantan Tengah mencapai sekitar 12.212 ton, namun pemerintah provinsi tetap mengendalikan kenaikan harga beras yang menjadi salah satu komoditas perhatian dalam inflasi daerah.

Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan kondisi tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah Tahun 2026 secara virtual dari Ruang Rapat Bajakah Lantai II, Kantor Gubernur Kalimantan Tengah, Selasa, 3 November 2026.

“Stok beras di Kalimantan Tengah relatif aman, yakni sekitar 12.212 ton. Namun, kenaikan harga beras perlu dikendalikan karena beras adalah kebutuhan pokok masyarakat dan memiliki andil terhadap inflasi,” ungkap Yuas dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Rabu, 4 November 2026.

Yuas menjelaskan kenaikan harga beras di Kalimantan Tengah terutama terjadi pada beras lokal, seperti Mayang dan Banjar.

Sementara itu, harga beras SPHP dan bantuan pangan dari pemerintah pusat relatif stabil. Kondisi kenaikan harga beras lokal tersebut dipengaruhi penurunan produksi akibat kemarau sebelumnya.

Pemerintah Provinsi Kalimantan Tengah terus melakukan intervensi pasar melalui pasar murah, gerakan pangan murah, pasar penyeimbang, dan operasi pasar.

Koordinasi dengan Bank Indonesia dan Perum Bulog diperkuat untuk memperlancar distribusi beras ke seluruh kabupaten, sekaligus menjaga stabilitas harga dan ketersediaan pangan bagi masyarakat. (HERMAWAN DP/R)