BORNEONEWS, Palangka Raya - Kondisi geografis Kalimantan Tengah menjadi tantangan dalam distribusi pangan, terutama untuk menjangkau daerah pedalaman yang membutuhkan waktu perjalanan hingga dua hari.
Staf Ahli Gubernur Kalimantan Tengah Bidang Ekonomi, Keuangan, dan Pembangunan Yuas Elko menyampaikan hal tersebut dalam Rapat Koordinasi Pengendalian Inflasi Daerah.
“Perjalanan antarkabupaten dapat memakan waktu hingga delapan jam, sedangkan pengiriman ke daerah pedalaman tertentu bahkan mencapai dua hari menggunakan kapal atau klotok," sebut Yuas dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Rabu, 4 November 2026.
"Karena itu, diperlukan sinergi pemerintah daerah, Bulog, Bank Indonesia, dan instansi terkait untuk memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat,” tambah Yuas.
Upaya tersebut dilakukan bersamaan dengan intervensi pasar melalui pasar murah, gerakan pangan murah, pasar penyeimbang, dan operasi pasar.
Dalam rakor tersebut, Yuas memaparkan perkembangan inflasi Kalimantan Tengah dengan lima komoditas yang menjadi perhatian, yakni beras, emas perhiasan, bensin, daging ayam, dan ikan nila.
Yuas menyampaikan bahwa sinergi pemerintah daerah, Bulog, Bank Indonesia, dan instansi terkait diperlukan untuk memastikan kelancaran distribusi serta ketersediaan pasokan pangan bagi masyarakat. (HERMAWAN DP)









