BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Gugus Depan (Gudep) 0729-0730 SMP Tunas Agro berhasil meraih juara umum Kemah Hijau Saka Kalpataru dan Sekolah Adiwiyata 2026 tingkat Kabupaten Seruyan, Kalimantan Tengah.
Predikat tersebut diraih setelah kontingen SMP Tunas Agro memborong lima gelar juara pertama dari sejumlah perlombaan yang digelar dalam kegiatan bertema kepedulian dan pelestarian lingkungan tersebut.
Lima prestasi yang berhasil diraih SMP Tunas Agro meliputi juara pertama Lomba Yel-Yel Sekolah Hijau, Kampanye Lingkungan, Tenda Terbaik, Dance Kreasi Semaprohe, dan Duta Adiwiyata.
Keberhasilan tersebut menunjukkan kemampuan peserta didik dalam memadukan kreativitas, kedisiplinan, kekompakan, serta pemahaman mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.
Kemah Hijau Saka Kalpataru dan Sekolah Adiwiyata 2026 sendiri diselenggarakan untuk meningkatkan kesadaran generasi muda terhadap persoalan lingkungan sekaligus membentuk karakter siswa yang peduli dan berbudaya lingkungan.
Kegiatan tersebut melibatkan anggota Pramuka Saka Kalpataru, kader Adiwiyata, kepala sekolah tingkat SMP dan SMA, guru pembina, pimpinan Satuan Karya Pramuka, serta perwakilan perangkat daerah.
Dalam sambutannya, Wakil Bupati Seruyan menekankan pentingnya keterlibatan generasi muda dalam menghadapi berbagai persoalan lingkungan, mulai dari banjir, tanah longsor, pencemaran, kebakaran hutan hingga berkurangnya keanekaragaman hayati.
Menurutnya, kepedulian terhadap lingkungan perlu ditanamkan sejak usia sekolah agar menjadi kebiasaan yang terus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari.
"Kita menginginkan pembangunan berkelanjutan yang manfaatnya dapat dirasakan hingga generasi mendatang. Generasi muda harus menjadi pelopor dan pejuang dalam upaya penyelamatan lingkungan, bukan hanya bagi daerah, tetapi juga bagi bangsa dan dunia," ujarnya.
Pemerintah Kabupaten Seruyan juga terus memperkuat pendidikan lingkungan melalui Gerakan Peduli dan Berbudaya Lingkungan Hidup di Sekolah (PBLHS), Program Adiwiyata, serta pembinaan anggota Pramuka Saka Kalpataru.
Upaya tersebut turut membuahkan hasil. Kabupaten Seruyan berhasil menempati peringkat keempat di Kalimantan Tengah dalam pengembangan sekolah Adiwiyata.
Hingga akhir 2025, sebanyak 40 sekolah di Kabupaten Seruyan telah memperoleh penghargaan Adiwiyata di berbagai tingkatan, mulai dari kabupaten, provinsi, nasional hingga Adiwiyata Mandiri.
Sementara itu, capaian SMP Tunas Agro sebagai juara umum diharapkan semakin memotivasi para siswa untuk aktif dalam kegiatan pelestarian lingkungan, baik di sekolah maupun di tengah masyarakat.
Melalui tema "Generasi Lestari, Peduli Bumi, Bebas Sampah, Hemat Energi dan Air, Hutan Hijau", Kemah Hijau 2026 juga menjadi sarana edukasi untuk membiasakan generasi muda mengurangi sampah, menghemat sumber daya, serta menjaga kelestarian hutan.
Prestasi SMP Tunas Agro sekaligus menjadi salah satu contoh peran sekolah dan gerakan Pramuka dalam mendorong lahirnya generasi muda yang memiliki kepedulian terhadap lingkungan.
Jurnalis warga: Nopiar R – Pustakawan SMP Tunas Agro/Relima Perpusnas RI 2025/2026.









