BORNEONEWS, Palangka Raya - Dharma Wanita Persatuan (DWP) Provinsi Kalimantan Tengah menyoroti pentingnya peran ibu dan keluarga dalam memenuhi kebutuhan gizi anak sejak dini sebagai upaya mencegah stunting.
Hal tersebut menjadi salah satu materi dalam Pertemuan Rutin DWP Provinsi Kalimantan Tengah Tahun 2026 di Aula Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Kamis, 5 November 2026.
Penelaah Teknis Kebijakan Bapperida Provinsi Kalimantan Tengah, Erawati, yang menjadi narasumber menjelaskan periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan (HPK) merupakan masa penting bagi tumbuh kembang anak.
“Periode 1.000 Hari Pertama Kehidupan, sejak masa kehamilan hingga anak berusia dua tahun, sangat menentukan tumbuh kembang anak. Pemenuhan gizi yang optimal pada masa ini penting untuk mendukung pertumbuhan fisik dan perkembangan otak serta mencegah stunting,” jelas Erawati dalam keterangannya seperti dikutip borneonews pada Sabtu, 7 November 2026.
Ia menekankan ibu dan keluarga perlu memastikan kebutuhan gizi anak terpenuhi sejak dini. Selain pemenuhan gizi, Erawati menjelaskan pentingnya pemberian ASI sebagai sumber nutrisi bagi bayi. ASI mengandung zat gizi yang dibutuhkan untuk mendukung pertumbuhan dan perkembangan anak.
“Pemberian ASI eksklusif selama enam bulan dapat meningkatkan daya tahan tubuh serta melindungi bayi dari berbagai penyakit. Oleh karena itu, dukungan keluarga sangat diperlukan untuk memastikan pemberian ASI berjalan optimal,” ungkapnya.
Materi bertajuk Peran Ibu DWP dalam Menciptakan Lingkungan Peduli ASI Menuju Indonesia Emas 2045 tersebut diharapkan meningkatkan kepedulian anggota DWP Kalteng terhadap kesehatan keluarga, khususnya pemenuhan gizi anak dan pencegahan stunting. (HERMAWAN DP/y)









