BORNEONEWS, Samarinda - Pemerintah Australia mengerahkan pesawat pengebom air Hercules C-130 untuk membantu memadamkan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Kalimantan Timur. Pesawat berkapasitas angkut 15.000 liter air per sorti tersebut difokuskan menangani kebakaran di empat wilayah.

Wakil Gubernur Kalimantan Timur Seno Aji mengatakan pengerahan pesawat bantuan tersebut merupakan tindak lanjut permintaan Pemerintah Provinsi Kaltim kepada Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

"Kami meminta dukungan penanganan karhutla di Kaltim. Alhamdulillah direspons cepat oleh BNPB dengan mengerahkan bantuan pesawat dari Australia untuk melakukan water bombing di wilayah ini," kata Seno Aji di Samarinda, Sabtu, 7 November 2026.

Operasi pemadaman udara dijadwalkan berlangsung hingga 12 November 2026. Penanganan difokuskan pada empat wilayah, yakni Kota Samarinda, Kabupaten Kutai Kartanegara, Kabupaten Paser, dan Kabupaten Kutai Timur.

Berdasarkan data pemerintah daerah, luas lahan yang terbakar di Kalimantan Timur saat ini diperkirakan mencapai 40 hingga 50 hektare.

Kepala Pelaksana BPBD Kaltim Buyung Dodi mengatakan pesawat Hercules C-130 milik New South Wales Rural Fire Service (NSW RFS) telah melaksanakan tiga sorti pengeboman air pada hari pertama operasi, Jumat, 6 November 2026.

Pemadaman awal dilakukan di kawasan Makroman, Kecamatan Sambutan, Kota Samarinda. Penggunaan pesawat berkapasitas besar tersebut diharapkan mempercepat penanganan titik kebakaran di kawasan pedalaman yang sulit dijangkau melalui jalur darat.

Selama operasi berlangsung, pesawat ditargetkan mampu melaksanakan hingga enam sorti penerbangan setiap hari dengan pangkalan di Lanud Dhomber, Balikpapan.

Selain Hercules C-130 sebagai pesawat pengangkut air, Australia juga mengirimkan satu pesawat Cessna Citation sebagai pemandu arah atau lead plane. Sebanyak 20 personel spesialis penerbangan taktis dari NSW RFS turut diterjunkan untuk mendukung misi tersebut.

Di darat, BPBD kabupaten dan kota bersama personel Satgas Karhutla Kaltim disiagakan untuk mendukung operasi udara. Koordinasi dilakukan dengan memadukan data citra satelit terkini dan rute penerbangan agar pengeboman air tepat sasaran.

Sebelumnya, penyerahan dan pelepasan armada bantuan Australia dilakukan Kepala BNPB Letjen TNI Kristomei Sianturi bersama Duta Besar Australia untuk Indonesia Roderick Bruce Brazier di Bandara Halim Perdanakusuma, Jakarta, Kamis, 5 November 2026.

Brazier mengatakan bantuan tersebut merupakan bagian dari kemitraan strategis dan hubungan saling membantu antara Australia dan Indonesia dalam menghadapi bencana.

Kerja sama penanganan bencana kedua negara memiliki sejarah panjang, termasuk bantuan saat menghadapi Cyclone Tracy di Darwin pada 1974 dan kebakaran hutan serta lahan di Australia pada 2020.

SUMBER: ANTARA