BORNEONEWS, Kuala Kapuas – Hujan yang kembali mengguyur wilayah Kuala Kapuas dalam beberapa hari terakhir membawa kelegaan setelah daerah ini dilanda kemarau berkepanjangan. Namun, hujan yang turun belakangan juga kerap disertai petir menggelegar dan angin kencang.

Kondisi tersebut membuat sebagian warga bertanya-tanya. Pasalnya, hujan yang sebelumnya dinantikan untuk mengurangi kekeringan dan kebakaran hutan dan lahan (karhutla), kini justru beberapa kali datang dengan intensitas cukup tinggi dan disertai sambaran petir.

Prakirawan BMKG Palangka Raya, Lian Andriani, menjelaskan kondisi tersebut berkaitan dengan karakteristik cuaca pada masa peralihan musim. Pada periode ini, potensi cuaca ekstrem perlu mendapat perhatian karena pertumbuhan awan hujan dapat berlangsung cukup signifikan.

"Di masa peralihan saat ini, perlu mewaspadai potensi cuaca ekstrem, seperti hujan lokal dengan intensitas sedang hingga lebat berdurasi singkat yang dapat disertai petir atau kilat dan angin kencang," jelas Lian, Sabtu, 7 November 2026.

Menurut dia, perubahan arah angin menjadi salah satu faktor yang mendukung terbentuknya awan hujan. Perubahan tersebut dapat memicu daerah belokan, pertemuan, maupun perlambatan arah angin di suatu wilayah.

Kondisi itu semakin mendukung pertumbuhan awan hujan ketika disertai kelembapan udara yang cukup basah dan kondisi atmosfer lokal yang labil. Kombinasi faktor tersebut membuat potensi hujan disertai petir dan angin kencang meningkat di sejumlah wilayah Kalimantan Tengah.

BMKG juga mengingatkan potensi dampak cuaca ekstrem, mulai dari genangan air, banjir, tanah longsor hingga pohon tumbang. Selain itu, masyarakat perlu mewaspadai kemungkinan angin puting beliung maupun hujan es di wilayah yang berpotensi terdampak.

Lian menyebutkan, masa peralihan menuju musim hujan tidak berlangsung serentak di seluruh wilayah Kalimantan Tengah. Sebagian wilayah masih dalam proses peralihan hingga dasarian III November atau sekitar akhir November. Sementara itu, pada Desember mendatang seluruh wilayah Kalteng diprediksi sudah memasuki musim hujan.

Meski demikian, masuknya musim hujan bukan berarti potensi cuaca ekstrem akan berakhir. BMKG mengingatkan masyarakat tetap waspada karena curah hujan yang tinggi, terutama ketika awan hujan signifikan terbentuk, masih dapat disertai petir dan angin kencang. (SABRIANOOR/H)