BORNEONEWS, Palangka Raya – Upaya konservasi orangutan di Pulau Salat, Kalimantan Tengah, tidak hanya berfokus menyediakan kawasan sebagai tempat tinggal. Orangutan juga dibekali kemampuan agar nantinya mampu bertahan hidup di habitatnya.

Dept. Head Sustainability PT Sawit Sumbermas Sarana Tbk atau SSMS, Andri Najiburaahman, menjelaskan, konsep konservasi yang dijalankan di Pulau Salat diarahkan untuk membantu orangutan memiliki kemampuan hidup di habitatnya.

Menurutnya, kawasan Pulau Salat dikelola PT SSMS bekerja sama dengan Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF). Kawasan tersebut terdiri dari Pulau Badak Besar dan Pulau Badak Kecil dengan luas keseluruhan sekitar 2.000 hektare.

Andri mengatakan, perusahaan telah memperoleh izin untuk mengelola kawasan tersebut dengan ketentuan tidak boleh dimanfaatkan untuk penanaman kelapa sawit. Seluruh kawasan diperuntukkan bagi kepentingan konservasi.

"Konsepnya ialah untuk orangutan dan diajari kemampuan untuk dia dapat bertahan hidup di habitatnya," jelas Andri kepada Borneonews pada Sabtu, 7 November 2026.

Ia menerangkan, keberadaan kawasan konservasi tersebut menjadi bagian dari upaya perusahaan bersama BOSF dalam mendukung perlindungan orangutan. Dengan demikian, Pulau Salat tidak sekadar menjadi kawasan penempatan orangutan, tetapi juga diarahkan untuk mendukung proses pembekalan kemampuan hidup mereka.

Kawasan seluas 2.000 hektare itu dipertahankan khusus untuk konservasi. Perusahaan tidak diperbolehkan menggunakannya untuk ekspansi perkebunan kelapa sawit.

"Melalui pengelolaan bersama BOSF, SSMS menempatkan konservasi orangutan sebagai salah satu bentuk pemanfaatan kawasan yang memiliki fungsi berbeda dari kegiatan perkebunan," tuturnya.

Upaya tersebut diharapkan mendukung orangutan agar memiliki kemampuan untuk bertahan hidup di habitatnya.(TESTI PRISCILLA)