BORNEONEWS, Sampit - Wakil Bupati Kotawaringin Timur (Kotim) Irawati mengajak masyarakat mengedepankan politik santun, menjaga persatuan, dan menjadikan perbedaan pilihan sebagai kekuatan untuk membangun daerah.

"Pada hakikatnya politik adalah sarana untuk memperjuangkan kepentingan masyarakat. Karena itu, pendidikan politik harus menumbuhkan kesadaran berbangsa dan bernegara, menanamkan etika, serta membangun sikap saling menghargai walaupun berbeda pilihan," kata Irawati, Sabtu, 31 Oktober 2026.

Pesan tersebut disampaikan saat menghadiri kegiatan pendidikan politik dan konsolidasi Partai Gerindra Kotim. Ia mengingatkan bahwa politik seharusnya menjadi ruang untuk memperjuangkan kepentingan rakyat, bukan alat untuk mempertajam perbedaan atau memecah hubungan sosial.

Menurutnya, politik yang sehat harus mampu menyatukan berbagai elemen masyarakat. Perbedaan pandangan dan pilihan merupakan hal yang wajar dalam kehidupan demokrasi, tetapi tidak boleh menghilangkan rasa persaudaraan dan kebersamaan.

Irawati juga menekankan pentingnya menjaga nilai-nilai kearifan lokal yang selama ini menjadi pegangan masyarakat Kotim. Semangat Huma Betang dan Habaring Hurung yang mengajarkan kerukunan serta gotong royong perlu terus diterapkan, termasuk dalam kehidupan politik.

Ia menilai konsolidasi bukan sekadar memperkuat organisasi, tetapi juga menyatukan tujuan dan langkah untuk kepentingan bersama. Semangat kebersamaan tersebut diharapkan dapat diwujudkan melalui kontribusi nyata bagi masyarakat dan pembangunan daerah.

Sebagai bagian dari pemerintah daerah, Irawati mengajak seluruh elemen masyarakat, termasuk kader dan pengurus partai politik, ikut menjaga Kotim tetap aman, damai, dan kondusif. Stabilitas daerah menjadi salah satu faktor penting agar berbagai program pembangunan dapat berjalan dengan baik.

Ia juga mendorong seluruh pihak berpartisipasi dalam pembangunan, mulai dari peningkatan kualitas pelayanan publik, perbaikan infrastruktur, penguatan ekonomi masyarakat, hingga peningkatan mutu pendidikan dan kesehatan. Pemerintah daerah, katanya, terbuka terhadap kritik maupun masukan konstruktif dari berbagai kalangan.

Selain itu, Irawati mengingatkan para kader partai politik agar menunjukkan sikap dan perilaku yang baik di tengah masyarakat. Kejujuran, kesantunan, serta kedekatan dengan rakyat harus menjadi bagian dari tanggung jawab dalam menjalankan aktivitas politik.

"Saya juga berpesan agar para kader menjadi teladan di tengah masyarakat jujur, santun, dan dekat dengan rakyat. Jauhi berita bohong dan ujaran kebencian, terutama di media sosial. Jadikan perbedaan sebagai kekuatan, bukan sumber perpecahan," pungkasnya. (DEWI PATMALASARI/H)