BORNEONEWS, Kuala Pembuang – Menteri Kehutanan (Menhut) Raja Juli Antoni memastikan upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP), Kalimantan Tengah, terus dilakukan melalui pengerahan personel darat dan dukungan pemadaman dari udara.

Salah satu fokus penanganan saat ini berada di wilayah Sungai Perlu, Kabupaten Seruyan. Lokasi tersebut masih terpantau memiliki titik api, sementara akses menuju kawasan kebakaran cukup sulit dijangkau oleh petugas darat.

Menhut Raja Juli Antoni mengatakan, berdasarkan laporan terbaru yang diterimanya, pemadaman di kawasan Sungai Perlu akan dimaksimalkan menggunakan helikopter yang saat ini berada di Bandara Kuala Pembuang.

"Saya dapat update memang yang masih ada titik api itu berada di daerah Sungai Perlu. Oleh karena aksesnya sulit, maka kita maksimumkan kembali helikopter yang ada di Bandara Kuala Pembuang," ungkap Raja Juli Antoni saat berada di Kuala Pembuang, Jumat, 6 November 2026.

Menurutnya, saat ini terdapat tiga helikopter water bombing yang masih dioperasikan untuk membantu memadamkan kebakaran. Operasi pemadaman melalui udara akan terus dilakukan selama kondisi jarak pandang atau visibility memungkinkan.

Dengan dukungan armada udara tersebut, diharapkan titik-titik api yang sulit dijangkau melalui jalur darat dapat segera dikendalikan.

Sementara itu, untuk kawasan zona inti Taman Nasional Tanjung Puting, upaya pencegahan dan penanganan karhutla juga terus dilakukan melalui patroli serta pembasahan lahan.

Kegiatan tersebut melibatkan personel TNI-Polri, Manggala Agni, serta para relawan yang bersinergi menjaga kawasan hutan agar api tidak meluas.

Raja Juli Antoni optimistis, melalui kolaborasi seluruh unsur dan operasi pemadaman yang terus dilakukan, titik-titik api yang masih tersisa dapat segera dipadamkan.

Ia juga menjelaskan, berdasarkan hasil pemantauan udara yang disampaikan Kapolda Kalimantan Tengah, masih terlihat semacam garis sebaran api di wilayah Sungai Perlu.

Namun, Menhut menegaskan bahwa lokasi kebakaran tersebut bukan berada di zona inti taman nasional. Vegetasi yang terbakar juga didominasi rerumputan, bukan hutan primer yang menjadi habitat orangutan.

"Yang terbakar pun semacam rerumputan, bukan hutan primer yang menjadi habitat orangutan," jelasnya.

Meski demikian, penanganan karhutla tetap menjadi perhatian serius agar kebakaran tidak meluas dan mengancam ekosistem Taman Nasional Tanjung Puting yang dikenal sebagai salah satu kawasan konservasi penting di Kalimantan Tengah. (FAHRUL/Y)