BORNEONEWS, Palangka Raya – Kepala Bidang Kebudayaan Dinas Pariwisata, Pemuda, dan Olahraga (Disparbudpora) Kota Palangka Raya, Ita Dwi Rahayu, mewakili Kepala Dinas, menyerahkan piagam penghargaan Maestro Budaya Kinyah Mandau dan Lawang Sakepeng kepada Chendana Putra.
Penyerahan penghargaan ini dilakukan sebagai bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusinya dalam melestarikan warisan budaya takbenda khas Kalimantan Tengah.
Chendana Putra dinobatkan sebagai Maestro Warisan Budaya Takbenda Indonesia (WBTbI) dari Kota Palangka Raya atas keahlian dan ketekunannya dalam menjaga, mengembangkan, dan mewariskan seni budaya Kinyah Mandau dan Lawang Sakepeng.
Keduanya merupakan kekayaan budaya yang menjadi identitas dan kebanggaan masyarakat Kalimantan Tengah.
Ita Dwi Rahayu menyampaikan bahwa pemberian penghargaan ini bukan sekadar bentuk pengakuan, melainkan juga tanggung jawab besar yang harus terus diemban oleh penerimanya.
Sebagai maestro, Chendana Putra diharapkan mampu menjadi teladan dan sumber inspirasi bagi masyarakat luas, terutama generasi muda, untuk lebih mengenal dan mencintai budaya daerahnya sendiri.
"Kinyah Mandau dan Lawang Sakepeng adalah bagian tak terpisahkan dari jati diri masyarakat Palangka Raya. Keberadaannya harus terus dijaga, dikembangkan, dan diteruskan kepada generasi penerus agar tidak hilang ditelan zaman," ujar Ita Dwi Rahayu, Rabu, 4 November 2026.
Lebih lanjut, Ita menjelaskan bahwa warisan budaya tersebut memiliki nilai filosofis, sejarah, dan kearifan lokal yang sangat tinggi.
Kinyah Mandau melambangkan keberanian dan perlindungan, sedangkan Lawang Sakepeng merupakan ungkapan seni yang sarat dengan pesan-pesan kehidupan masyarakat adat setempat. Keduanya memiliki keunikan yang tidak dimiliki oleh budaya lain.
Pemerintah Kota Palangka Raya melalui Disparbudpora berkomitmen untuk terus mendukung para maestro budaya dalam upaya pelestarian warisan budaya tak benda.
Dukungan tersebut dapat berupa fasilitasi kegiatan pembelajaran, pendokumentasian karya, hingga pemberian ruang-ruang apresiasi agar budaya lokal semakin dikenal luas oleh masyarakat.
Chendana Putra menyambut baik dan merasa terhormat atas penghargaan yang dditerimanya
Ia berjanji akan terus berupaya semaksimal mungkin untuk mengajak generasi muda agar tidak melupakan budaya leluhur.
Menurutnya, budaya tidak akan lestari jika hanya dipertahankan oleh satu atau dua orang saja, melainkan harus menjadi gerakan bersama seluruh elemen masyarakat.
Penghargaan ini diharapkan dapat memicu semangat masyarakat lain, terutama para pelaku budaya, untuk semakin aktif melestarikan kekayaan budaya daerah.
"Semakin banyak pihak yang peduli, semakin kuat pula fondasi budaya bangsa, sehingga identitas kedaerahan tetap terjaga di tengah arus perubahan zaman yang terus berjalan," pungkasnya. (PATHUR/H)









